Yuk Belajar Dari “HINDUN BINTI UTBAH”

Yuk Belajar Dari “HINDUN BINTI UTBAH”

Yuk Belajar Dari “HINDUN BINTI UTBAH”

Rasulullah adalah sebaik-baiknya suri teladan bagi seluruh umat islam sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Al Ahzab ayat 21. Selain meneladani kisah nabi, kita sebagai muslimah juga dianjurkan untuk meneladani shahabiyah-shahabiyah (sahabat nabi perempuan atau perempuan-perempuan hebat dan agung pada zaman Rasulullah). Tentunya banyak shahabiyah yang sudah tidak asing lagi di telinga muslimah saat ini seperti khadijah, Aisyah binti Abu Bakar, Fatimah binti Muhammad, dan masih banyak lagi. Nama shahabiyah yang satu ini juga pasti sudah tidak asing lagi yaitu Hindun binti Utbah. Ya, Hindun istri Abu Sufyan yang terkenal sebagai pemakan hati Singa Allah, Hamzah bin Abdul Mutalib.

Ibarat membaca novel hanya sampai pertengahannya, kisah Hindun seringkali berhenti pada aksinya di perang uhud ini. Sehingga ia terkenal akan kekafirannya dan kekejamannya. Padahal ladies, kisahnya tidak berakhir disitu loh. Yuk kita kenal lebih dalam sosok Hindun binti Utbah ini.

Hindun binti Utbah merupakan anak dari pasangan Utbah bin Rabi’ah salah satu pemuka Quraisy dan Safiya binti Umayya. Ia terkenal sebagai wanita yang mulia, cerdas dan bijak di kalangan kaum Quraisy. Anaknya Muawiyah bin Abu Sofyan mendeskripsikan ibunya sebagai wanita yang sangat berbahaya di zaman jahilliyah tetapi menjadi wanita yang mulia dan baik setelah ia menjadi seorang muslimah. Meskipun kisah hidup beliau sangat panjang, kali ini kita akan membahas dua kisah yang dapat kita ambil pelajarannya.

Kisah pertama ialah pernikahannya dengan Abu Sofyan. Ketika ia hendak menikah dengan Abu Sufyan, ia dihadapkan dengan dua pilihan. Pilihan pertama adalah seorang lelaki yang berasal dari kalangan keluarga terhormat namun mudah dipengaruhi yang tidak akan meninggalkan Hindun apapun yang Hindun akan lakukan, dan pilihan kedua adalah sorang lelaki yang terhormat, cerdas, dan berwibawa. Meski Hindun merupakan wanita yang cerdas dan dapat melengkapi kekurangan calon suami pertamanya, ia tetap tidak menerima lamaran pria tersebut. Menurutnya, suami yang kurang cerdas hanya akan membinasakan istrinya karena akan hidup dibawah kekuasaan istrinya. Pada akhirnya Hindun memilih Abu Sufyan.

Kisah kedua ialah perjuangannya di medan perang. Hindun merupakan seorang wanita yang berani yang ikut terjun di medan peperangan. Ia berperan menjadi penabuh gendang untuk menyemangati dan menghadang tentara yang ingin mundur dari medan perang. Jika sebelum keislamannya ia menyemangati kaum kafir Quraisy untuk memerangi islam, setelah masuk islam ia menyemangati kaum muslim. Perang yang terkenal ialah perang yarmuk dimana kaum muslimin berperang melawan pasukan romawi yang jumlahnya sangat banyak. Pada perang ini terdapat beberapa orang yang ingin melarikan diri, namun Hindun dan para kaum muslimah menghadang mereka dan memberi kecaman keras kepada siapa saja yang hendak kabur. Tak terkecuali kepada Abu Sufyan, suaminya sendiri yang hendak mundur dari peperangan. “Engkau mau ke mana, wahai putra Shakhr? Ayo, kembali lagi ke medan perang! Berjuanglah habis-habisan agar engkau dapat membalas kesalahan masa lalumu, saat engkau menggalang kekuatan untuk menghancurkan Rasulullah.” Abu sufyan dan kaum muslim lainnya pun kembali ke medan perang dan ikut berjuang hingga akhirnya kaum muslimin berhasil memenangkan perang tersebut.

Kembali pada abad 21, muslimah saat ini banyak yang ahli di berbagai bidang. Adanya emansipasi wanita turut mendukung kemajuan ini. Namun terdapat satu hal yang perlu kita garis bawahi, sebagai seorang muslimah yang kelak akan menjadi istri seseorang, kita tidak boleh lebih berkuasa dibanding suami kita. Setinggi apapun pendidikan kita, sebesar apapun usaha milik kita, atau sebanyak apapun aset pribadi yang kita miliki, kita harus senantiasa taat kepada suami kita. Jangan biarkan hal-hal duniawi seperti uang, jabatan, harta membuat kita mendominasi rumah tangga kita sendiri. Ingat yaladies, pada dasarnya lelaki adalah imam, maka carilah laki-laki yang pantas dan sanggup memimpin kita, bukan dipimpin kita.

Hal kedua yang dapat kita teladani adalah sebesar apapun dosa yang kita miliki jangan pernah takut untuk bertaubat, karena sesungguhnya Allah maha penerima taubat. Hindun sekalipun yang terkenal akan semangatnya memusuhi Rasulullah pada akhirnya berbalik dan membela kaum muslimin sekuat tenaga. Penyesalannya ia buktikan dengan mencurahkan seluruh tenaganya dan berjihad di jalan Allah, bahkan ia juga meriwayatkan beberapa hadis dari Rasulullah. Jadi ladies, buat kamu yang merasa memiliki banyak dosa, segeralah datang kepada Allah dan meminta ampunan-Nya, eits jangan lupa untuk tidak mengulangi kesalahanmu. Lakukanlah hal terbaik yang kita bisa untuk menebus kesalahan kita di masa lalu dan berusaha menjadi muslimah yang lebih baik setiap harinya.

Tetap semangat ya Ladies!

sumber :
https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.com/2014/09/artikel-hindun-binti-utbah-wanita-pejuang-perang-yarmuk.html
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/07/12/lo66f7-wanitawanita-teladan-hindun-binti-utbah-pejuang-perang-yarmuk
http://annajma.ma-hidayaturrahman.com/hindun-binti-utbah-bin-rabiah/
http://alkisahnabi.blogspot.com/2015/05/hindun-binti-utbah-pemakan-hati-singa.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Hind_bint_Utbah
https://www.islampos.com/45020-45020/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *