What’s Hijab on Your Mind?

What’s Hijab on Your Mind?

oleh Iffah Nabilah Sihab, Akuntansi 2012

WHAT’S HIJAB ON YOUR MIND
Kalau di bahasa arab, hijab kan artinya penutup, pembatas. Kalau orang Indonesia dulu sih bilangnya, kerudung, bergo, hehe. Tapi belakangan ini udah tren disebutnya hijab.
Ditanya hijab itu apa, karena ini berhubungan dengan muslimah, jadi akan saya jawab hijab itu sesuatu yang menutupi aurat kamu, ya kerudung itu hijab kamu. Pakaian kamu juga hijab kamu sebetulnya. Karena pakaian yang kita pakai kan juga menutupi aurat kita. Namun, di Indonesia lebih familiar hijab itu penutup kepala atau kerudung itu.
Menutup aurat itu wajib hukumnya. Dan tentunya, adab-adab berpakaian pun sudah ditetapkan sama Allah. Orang-orang yang mengaku sudah berhijab, belum tentu dia sudah sesuai ketentuan Islam cara berpakaiannya. Iya kan? Hehe. Banyak yang masih belajar tentunya. Niat dia tulus untuk berhijab saya sebenarnya sudah Alhamdulillah, tapi alangkah baiknya jika seiring berjalannya waktu, adab berpakaiannya sesuai dengan syariat Islam. Saya juga masih dalam tahap itu kok, belajar. Kita semua disini juga belajar.
Semoga Allah cepat memantapkan hati para perempuan disana yang belum menutup aurat mereka secara sempurna dan mengistiqamahkan kita yang sudah berhijab dijalan Allah.

HIJAB SOLIDARITY
Wah, kalau ditanya hijab solidarity, jujur saya kurang tau dan paham, hehe. Bukan apa-apa, karena saya ngga pernah masuk kedalamnya, dan ngga pernah mencoba untuk bergabung.
Sepengetahuan saya aja ya, mungkin itu semacam perkumpulan para muslimah yang sudah berhijab dan belajar menggunakan hijab. Niatnya baik, karena mungkin didalamnya banyak berbagi ilmu dan pengetahuan serta pengalaman dari masing-masing orang yang tergabung dalam hijab solidarity tersebut. Meskipun, tidak semuanya sudah sesuai sunnah yang dianjurkan. Hehe, namanya juga belajar. Semakin banyak belajar, insyaAllah semakin banyak juga ilmunya dan semoga berujung pada kebaikan dan kebenaran.
Ehm, kalau ini terkesan sotoy, hahaha ngga usah dimasukin aja ya, beneran ngga itu, cuma sebatas itu aja taunya.

ALASAN BERHIJAB

Saya mulai menggunakan hijab sejak SD, tapi waktu itu masih copot-pasang. Kalau pergi ke sekolah, belum pakai hijab, karena sekolahnya bukan sekolah Islam. Namun, kalau pergi keluar atau jalan-jalan sama keluarga, mulai belajar pakai hijab. Hehe, iya emang aneh, sekolah ngga pakai, tapi jalan-jalan pakai.
Waktu SD itu sama sekali belum kepikiran buat pakai hijab, tapi Papa saya selalu ngomong “nanti pokoknya masuk SMP kamau pakai jilbab ya”. Ya namanya juga anak SD, saya mengiyakan tanpa mikir macam-macam. Makanya dari SD mulai belajar, biar nanti masuk SMP ngga kaget.
Habis lulus SD, waktu MOS pun belum pakai hijab, karena seragam SD-nya kan masih pendek. Nah, waktu udah mulai ganti seragam jadi putih-biru, baru mulai bener-bener pakai kerudung.
Kalau ditanya alasan berhijab pertama kali, ya saya akan jawab karena Papa saya yang nyuruh, saya hanya tau sebatas bahwa menutup aurat itu wajib hukumnya. Makanya saya nurut. Ngga pernah saya kepikiran “belum siap”. Awal-awal berhijab juga saya masih pakai celana bahan, belum full pakai rok atau terusan seperti sekarang. Dan lagi-lagi, Papa saya selalu bilang “sebentar aja ya pakai celananya, habis itu belajar pakai rok. Celana itu buat laki-laki, masa perempuan mau kayak laki-laki, ngga boleh perempuan menyerupai laki-laki”. Seinget saya cuma beberapa bulan aja saya pakai celana, habis itu mulai membiasakan diri pakai rok. Dan sampai sekarang sudah terbiasa seperti itu.
Dan kalau sekarang ditanya lagi alasan berhijab, cuma satu kok alasannya sebenarnya. Perempuan wajib menutup aurat. Udah perintah dari Allah. Jadi, kenapa mesti dipertanyakan kenapa para muslimah pakai jilbab. Itu udah menjadi keharusan dan bukan sesuatu yang harus dipertanyakan.
Kalau alasannya selalu “belum siap”, manusia ngga akan pernah siap kalau ngga ada niat untuk siap. Hehe. Itu menurut saya loh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *