Tips Konsumsi Islami Menghadapi Idul Fitri

Tips Konsumsi Islami Menghadapi Idul Fitri

Islam adalah agama yang sempurna, ajarannya mengatur segenap perilaku manusia, termasuk dalam masalah konsumsi. Islam pun memiliki kacamata tersendiri dalam memandang teori konsumsi. Menurut Imam Muhammad bin al-Hasan as-Syaibani, konsep konsumsi dalam Islam hadir untuk mengubah gaya hidup yang berlebihan, flamboyan, arogan, dan pamer menjadi sebuah gaya hidup yang sederhana, bersahaja, dan zuhud. Gaya hidup yang ditawarkan oleh Islam ini tidak memungkinkan pelakunya melakukan eksploitasi sumber daya secara berlebihan dan mubazir. Konsumsi dilakukan tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan saja, tetapi harus ada nilai spiritual yang tercapai. Sebab semua hal yang berkaitan dengan konsumsi adalah suatu jalan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Gaya hidup mulia ini tentu harus dilaksanakan sepanjang hidup secara konsisten, begitu pun pada saat menghadapi Idul Fitri. Dewasa ini banyak orang yang justru mengalami masalah keuangan setelah merayakan Idul Fitri karena salah tindakan dalam menghadapinya. Salah tindakan ini terjadi karena banyak faktor, baik internal (seperti lunturnya sikap zuhud dan qanaah, kurangnya ilmu dalam mengatur keuangan), maupun faktor eksternal, seperti iklan/promo besar-besaran yang ditawarkan pusat-pusat perbelanjaan, rasa gengsi, dan hal lain yang cukup menggiurkan untuk mengeluarkan uang tanpa terkontrol.

Untuk menghindari hal tersebut, berikut kami sajikan tips untuk konsumsi Islami dalam menghadapi Idul Fitri.

  • Tulis rencana keuangan dan skala prioritas dalam melakukan konsumsi.

Menurut perencana keuangan Islami, Febiola Aryanti, hal ini akan membantu kita untuk melakukan ‘muhasabah’ keuangan. Dengan begitu kita bisa memperhitungkan uang yang ada; diperoleh dari mana dan akan dibelanjakan untuk apa. Ini juga merupakan saat yang tepat untuk mencatat pos-pos pengeluaran, mulai dari konsumsi rutin hingga sedekah. Ya, sedekah juga harus ditulis karena banyaknya godaan yang timbul saat kita akan bersedekah. Keberadaan catatan rencana pengeluaran akan mengingatkan kita kembali. Jangan sampai pos pengeluaran yang sudah dialokasikan untuk sedekah dan zakat justru kembali digunakan untuk berbelanja.

 

 

  • Selalu buat catatan keuangan untuk mengetahui pengeluaran dan pemasukan.

Hal ini akan membantu kita mereview setiap hari apa saja tindakan konsumsi yang kita lakukan. Pengeluaran yang berlebihan untuk hal-hal di luar kebutuhan merupakan salah satu tindakan mubazir. “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS 17: 26-27)

 

  • Jangan sampai berhutang.

Salah satu jalan yang paling sering membawa pada hutang dewasa ini adalah penggunaan kartu kredit. Kemudahan yang diberikannya seringkali melalaikan, terutama pada masa-masa lebaran ini sehingga pada akhirnya mengganggu keadaan keuangan pada masa mendatang. Apalagi jika penggunaaannya justru untuk pos-pos yang hanya sebatas keinginan, bukan kebutuhan.

Idul Fitri seharusnya menjadi momentum bagi kita semua untuk merayakan kemenangan. Artinya, menang berperang melawan hawa nafsu setelah selama satu bulan berpuasa. Ibarat seorang atlet yang akan bertanding, dampak dari latihan selama satu bulan harus dibuktikan dalam pertandingan sesungguhnya selama 11 bulan kemudian.

Rayakanlah lebaran dengan penuh kesederhanaan. Sesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga. Islam mengajarkan kita agar hidup sederhana agar selalu akan merasa cukup, bahagia, dan bersyukur kepada Allah. Kesederhanaan juga akan mendorong kita untuk berlaku jujur dan berjiwa sosial. Hidup sederhana, meneladani cara dan gaya hidup para nabi dan hamba Allah yang shalih.

 

Referensi :

Muhammad bin al-Hasan al-Syaibani, Kitab al-Kasb dalam Ikhwan Abidin Basri, Menguak Pemikiran Ekonomi Ulama Klasik (2007) hal 86-87

Soedjatmiko, Haryanto. 2008. Saya Berbelanja, Maka Saya Ada (Ketika Konsumsi dan Desain Menjadi Gaya Hidup Konsumeris)

http://m.antaranews.com/berita/501606/tips-atur-keuangan-saat-ramadhan

Mengelola Uang Saat Lebaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *