Tentang Hijab

Tentang Hijab

oleh Nabilah Aqila, Akuntansi 2012
Kontrol Internal FSI FEB UI 2015

Assalamualaikum, readers. Senang bisa berbagi cerita! Maafkan tulisan seorang amatir ini ya, semoga menginspirasi :’)

Hijab bagiku adalah perisai yang melindungi dirisekaligus sebagai bentuk internal control untuk setiap muslimah. Internal control dalam organisasi berfungsi untuk menjaga kinerja perusahaan agar tetap sejalan dengan goals dan mencegah risiko-risiko terjadinya kecurangan (fraud). Begitu pula dengan diri kita, muslimah. How would it be?

Hidayahku datang 8 tahun yang lalu, tepatnya ketika aku masih di kelas 7 SMP. Sebelumnya, aku sudah menjalani separuh tahun pertamaku memakai hijab di sekolah, namun masih belum istiqomah ketika di luar sekolah. Bunda tidak pernah memaksaku untuk memakai hijab, namun beliau selalu mengarahkanku kepada hal-hal yang nyerempet untuk memberitahuku secara tidak langsung, bahwa berhijab itu wajib dan memiliki banyak manfaat untuk perempuan. Alhamdulillah, Allah memudahkan jalan bagiku.

Kejadian inimasih melekat kuat di ingatanku. Sore itu aku berjalan santai memasuki koridor tempat les bahasa inggrisku. Aku melihat seseorang yang familiar sedang duduk di kursi panjang di koridor itu. Karena kaget, aku mempercepat langkahku, bersembunyi dibalik kerumunan orang-orang yang jalan searah denganku. Keesokan harinya, ia menghampiriku dan bertanya kepadaku, “Qil, kenapa kemaren buru-buru? Malu ya rambutnya kaya helm? Hahaha bagusan ditutupin qil…”, ledeknya. I was pissed off dan langsung cerita ke Bunda. Unexpectedly, bunda ikut tertawa dan malah mengulang pertanyaannya. “Hihihi jadi kakak malu ya?”. I was even more pissed off. Setelah kejadian itu, aku sering mengenakan hijabku untuk acara-acara di luar sekolah. Jika sedang tidak mengenakan hijab, aku sering celingak-celinguk kalau saja ada yang kukenal dan mendapatiku tidak bertudung… bisa gawat!

Allah menganugerahkan rasa malu kepadaku. Awalnya memang malu karena diledek, kemudian malu karena ternyata bunda juga ikut meledek, lama kelamaan malu karena aku tak kunjung menyadari bahwa kejadian itu adalah hidayah dariNya. Di masa-masa kegalauanku itu aku banyak berdiskusi dengan Bunda. Beliau sangat membantuku, menambah koleksi hijabku dan memberiku buku bacaan tentang hijab. And it all worked out… aku memantapkan diri untuk berhijab. Setelah mengenakan hijab, banyak yang memuji penampilan baruku, dan tidak sedikit yang menyayangkan keputusanku. Disitulah ujianku… sampai aku menemukan ayat ini:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan hijabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab :59)

Aku berhijab semata-mata karena berusaha taat kepada Allah. Bukan karena takut dihina, bukan pula karena mengharap pujian orang lain. Jika sudah tercantum jelas di Al-Quran, tentunya jelas pula bahwa berhijab memberikan banyak manfaat bagi muslimah. I said above, hijab adalah bentuk internal control dalam diri seorang muslimah. Hijab membantuku memfilter teman pergaulanku. Dengan memiliki teman yang baik, maka aku merasa sangat mudah untuk fokus pada hal-hal yang membaikkan diri. Hijab membuatku dihormati oleh lawan jenis. Hijab juga menumbuhkan rasa malu. Malu jika shalat tidak tepat waktu, malu jika berkata tidak baik, sampai malu jika makan di siang hari yang terik di bulan Ramadhan (walaupun sedang berhalangan).Hijab leads me to what is meant to be reached. Keluhan terhadap gerahnya berhijab atau repotnya mengenakan kaos kaki, tidak akan pernah sepadan dengan dahsyatnya nikmat-nikmat yang Allah berikan. Subhanallah.

Seiring dengan bertambahnya jumlah hijabers di seluruh dunia, ada satu hari yang didedikasikan untuk hijab solidarity day, yaitu setiap tanggal 4 September. Hijab solidarity day ini diresmikan setelah adanya pembunuhan oleh seorang yang rasis terhadap seorang muslimah. Selain itu juga dipicu oleh kasus di Perancis yang melarang siswa untuk berhijab di sekolah. Sudah selayaknya kita, muslimah Indonesia yang hidup dengan berbagai kemudahan untuk berhijab, mensyukuri keadaan ini. Nah, sudah berkurang satu alasan untuk menunda berhijab, apa lagi yang ditunggu? Yuk disegerakan. Untuk yang sudah berhijab, yuk disempurnakan. Semoga istiqomahJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *