Sharing Economy

Sharing Economy

Sharing Economy

Oleh: Ahmad Rodli P.H.

Staff Departemen Study and Research of Islamic Economic and Business FSI FEB UI 2016

 

Sharing economy menjadi booming sejak munculnya berbagai start-up dalam bidang teknologi informasi. Misalnya saja go-jek, uber dan grab. Semua perusahaan start-up teknologi informasi tersebut menggunakan masyarakat sebagai pemeran utama dalam berjalannya bisnis mereka. Lewat sharing economy, sumber daya milik pribadi dari masyarakat dapat dimanfaatkan untuk menjadi produktif dan tidak tabdzir.

Penggunaan media teknologi informasi terbukti efektif dalam perkembangan sharing economy ini. Berbondong-bondong masyarakat menggunakan aset milik personal mereka agar bisa digunakan oleh masyarakat lainnya. Sebagai hasilnya, ada arus uang yang masuk ke dalam kantung mereka dengan menggunakan sumber daya yang jarang mereka gunakan. Walaupun perlu digarisbawahi bahwa penggunaan aset milik pribadi mereka mungkin menghasilkan dampak terhadap barang tersebut.

Dalam perkembangan sharing economy tersebut. Selain dari sisi konvensional, kita juga bisa melihat dari sisi ekonomi islamnya.

Jika dilihat secara sederhana, konsep sharing economy menggunakan 3 sudut pandang dalam ekonomi islam, seperti konsep efektif dan tidak tabdzir, menolong sesama, serta mensejahterakan umat.

Dalam sudut pandang efektif dan tidak tabzir, konsep sharing economy membuat sumber daya yang pasif menjadi produktif karena sumber daya tersebut digunakan dalam usaha mencari rezeki. Hukum dari mencari rezeki tersebut adalah wajib bagi siapapun. Tujuannya adalah ia mampu beribadah dengan baik kepada Tuhannya menggunakan harta yang ia dapat dari bekerja.

Selanjutnya, dengan penggunaan sumber daya tersebut, masing-masing orang bisa menolong sesamanya. Seperti dalam kasus tebengers, di mana masing-masing anggotanya memberikan tumpangan agar mengurangi kemacetan di Jakarta. Dalam balas jasanya, penumpang boleh membayar dengan uang, makanan ataupun bensin kepada pengemudi mobil yang menawarkan. Selain itu dengan adanya sharing economy, penggunaan sumber daya yang efektif dapat mensejahterakan umat karena membuat banyak orang bekerja dan mencari nafkah. Misalnya motor yang tidak produktif dijadikan alat angkutan orang dan mobil yang jarang digunakan dijadikan alat dalam mencari nafkah seperti terlihat dalam Gojek dan Grab Car.

Pada akhirnya, ketika sumber daya yang iddle tersebut dimanfaatkan akan terjadi efisiensi dan menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya. Sikap tabdzir yang Allah sebutkan dalam Al Qur’an akan bisa kita hindari dengan mempergunakan sumber daya itu dalam mencari rezeki. Selanjutnya, dengan rezeki tersebut bisa menghantarkan kita kepada konsep awal harta dalam islam yaitu sebagai sarana manusia dalam mendekat kepada Rabbnya.

Referensi:

http://www.markplusinstitute.com/who_we_are/detail_article/81

https://nurkayat.wordpress.com/islam/konsep-dasar-ekonomi-islam/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *