Self Hisab

Self Hisab

Oleh : Nabilah Choerunisa (nabnisa@gmail.com)

Staff Departemen Syiar dan Kajian Islam Strategis

 

Hisablah dirimu sebelum dihisab dan timbanglah sebelum ia ditimbang, bila itu lebih mudah bagi kalian dihari hisab kelak untuk menghisab dirimu dihari ini, dan berhiaslah kalian untuk pertemuan akbar, pada saat amalan dipamerkan dan tidak sedikitpun yang dapat tersembunyi dari kalian.

Umar bin khattab

Self hisab atau Tarbiyah Dzatiyah merupakan upaya membina diri sendiri tanpa bantuan atau dampingan dari teman, orangtua bahkan guru. Seorang muslim harus melatih diri agar dapat menghisab atau merenungi perbuatan yang telah dilakukan seharian penuh, lebih di khususkan bagi teman-teman pengemban amanah dakwah di kampus. Sebelum ber-amar ma’ruf nahi munkar mari kita koreksi diri sendiri terlebih dahulu, karena sejatinya memperbaiki diri sendiri lebih diutamakan dari pada menuntut orang lain berubah menjadi baik. Self hisab dapat dimulai dari hal kecil seperti mengenali sendiri dengan lebih baik, mulai dari kelemahan, kelalaian, kekurangan dan lainnya demi tercapainya tujuan tarbiyah dzatiyah. Setelah mengenali diri sendiri beserta kekurangannya dengan baik, mulailah mencari solusi dalam rangka mengurangi dan memperbaiki kekurangan yang terdapat dalam diri.

“Jika untuk menjadi baik masih mengandalkan orang lain, maka alangkah ruginya kita.”

Tidak dapat dipungkiri bahwa self hisab ini membutuhkan proses yang lama karena itu Self Hisab merupakan bukti nyata keistiqamahan seorang muslim dalam merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Terdapat banyak sarana self hisab, salah satunya adalah membuat lembar mutabaah yaumiah. yaitu lembar yang berisi kegiatan evaluasi amal harian. Biasanya berisi daftar ibadah seperti shalat Sunnah, shalat berjamaah sampai puasa Sunnah. Jika kita telah melaksanakan salah satu aspek ibadah, maka berikan tanda pada kolom ibadah tersebut. Melalui lembar mutabaah yaumiah kita dapat merefleksikan keadaan iman kita dalam kurun waktu tertentu. Selain itu kesadaran diri akan minimnya ilmu agama dapat memicu semangat untuk terus mempelajari amalan yang dapat mendekatkan kita pada Allah.

Gagalnya Self Hisab

Jika seseorang terlena dengan kehidupan dunia kemudian tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas, akan lengket dengan hal duniawi. Kemudian melupakan bahwa sejatinya diri ini harus terus dibina dan diperbaiki. Pemahaman yang salah mengenai tarbiyah membuat seseorang menyepelekan hal-hal berkaitan pembinaan. Dapat pula seseorang merasa telah puas terhadap amalan-amalan yang dilakukan sehingga menyepelekan amalan Sunnah. Manusia sejatinya tidak luput dari keadaan futur atau turunnya tingkat keimanan. Diharapkan dengan bantuan lembar mutabaah yaumiah dapat membantu mengingatkan kembali akan proses perbaikan diri.

Pembinaan diri pada dasarnya bersifat umum, bisa berupa peningkatan potensi diri, belajar mengatur waktu dengan baik dan melatih disiplin dengan cara apapun. Namun mutabaah yaumiah dirasa telah mencakup hal-hal tersebut. Disiplin dan pengaturan waktu yang baik dapat tercermin dari pelaksanaan shalat kita, sebagai contoh. Sudahkah kita mendahulukan shalat dibanding kegiatan lainnya?

Manfaat utama dari penerapan self hisab, selain memperbaiki kualitas diri, yaitu kita akan merasakan manisnya iman dan manfaat dari ibadah Sunnah yang dilakukan secara rutin, seperti puasa. Pada akhirnya perbuatan baik dan buruk yang kita lakukan selama hidup akan hisab dan dipertanggungjawabkan. Alangkah baiknya jika sedari awal kita menyadari pentingnya evaluasi terhadap diri sendiri.

 Referensi :

(http://www.cahayaembunfajar.com/2011/06/kisah-tarbiyah-dzatiyah-cahaya-di-malam.html)

(http://anitayulian.blogspot.com/2012/10/ringkasan-buku-tarbiyah-dzatiyah_5393.html)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *