#CeritaNida : Ramadhan di Negeri Dua Nil (Part 3) – I’tikaf

#CeritaNida : Ramadhan di Negeri Dua Nil (Part 3) – I’tikaf

oleh Nida Rasyidah di Omdurman, Sudan

Ummu mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan : “ Adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam apabila memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, beliau menguatkan ikatan tali sarungnya(yakni meningkatkan amalan ibadah baginda, menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” [Muttafaqun ‘alaih]

Di malam sepuluh hari terakhir inilah kita berharap mendapatkan malam lailatul qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu disempitkan bumi karena banyaknya malaikat yang turun,sebab malaikat yang turun malam itu jumlahnya lebih banyak dari bebijian bumi untuk meng-aminkan do’a kita. Masya Allah.

Alhamdulillah kesempatan tahun ini saya bisa ber’itikaf di masjid Afriqiya,Khartoum. Karena mayoritas mahasiswi Indonesia melaksanakan ‘itikaf di masjid ini. berkumpulah kami,jama’ah dari berbagai macam negara untuk ber’itikaf mengharapkan malam lailatul qadr,dimana mata kami terjaga lebih lama dari biasanya,memejamkan mata lebih sebentar dari biasanya.

Kami melaksanakan shalat tarawih dimulai dari ba’da isya sampai sekitar pukul sebelas malam. Kemudian dilanjutkan shalat tahajud pada pukul dua dini hari dan selesai sekitar pukul empat pagi setelah itu kami sahur dan melaksanakan shalat shubuh.
suasana sahur

Disini ada ustadzah yang menjadi panitia untuk sahur dan buka puasa,beliau membagikan nasi dan lauk untuk berbuka(karena orang sudan sahurnya sekalian berbuka saat tengah malam dan sahurnya hanya memakan roti dan susu),kemudian susu untuk sahur,dan minuman seperti ‘ashir untuk berbuka.dan setiap negara mempunyai jadwal piket untuk membantu ustadzah tersebut. Semoga Allah memberikan pahala yang berlipat ganda untuknya.

Kegiatan yang padat saat ‘itikaf membuat mata kami lelah dan rasanya ingin tidur ba’da subuh. Bagaimana tidak,melihat banyaknya jama’ah ‘itikaf yang tertidur lelap disekitar kami, juga faktor banyaknya AC yang menyala setelah subuh. Namun kami,mahasiswi Indonesia berusaha untuk tetap bangun dengan melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat,membuka majlis ilmu. Kami membuat lingkaran,berdiskusi dan berbagi ilmu tentang apa saja seputar ibadah di bulan Ramadhan,idul fitri,orang yang mengamalkan ilmu,hingga harga yang harus dibayar ketika mencintai karena Allah.


Kegiatan kami ini menjadi sorotan orang-orang Sudan,beberapa dari mereka tertarik kemudian datang ikut bergabung untuk mendengarkan dengan diterjemahkan oleh pembicara bahkan mereka menambahkan.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda“ Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia,niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat,Dan siapayang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah mudahkan baginya di dunia dan di akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambaNya selama hambaNya menolong saudaranya.Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu,akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka,niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat,dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk di sisiNya.Dan siapa yang lambat amalnya,hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.” [Muttafaqun ‘alaih]

Ramadhan sebentar lagi akan meninggalkan kita, maka perbanyaklah do’a agar kita semua bisa dipertemukan dengan Ramadhan yang akan datang. Perbanyak ibadah, dan jangan lupa untuk selalu menebarkan kebaikan dimanapun kita berada. Semoga amalan-amalan kita selama Ramadhan diterima oleh Allah. Selamat Idul Fitri !

One thought on “#CeritaNida : Ramadhan di Negeri Dua Nil (Part 3) – I’tikaf

  1. adzka

    Waaah..asiknya kaka nidar yg puasa dan itika di negeri dua nil. Lebarannya disana dong.
    Maap lahir batin yaaa..
    Big hug dari bumi khatulistiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *