#CeritaNida : Ramadhan di Negeri Dua Nil (Part 2) – 2 Menit Berharga

#CeritaNida : Ramadhan di Negeri Dua Nil (Part 2) – 2 Menit Berharga

oleh Nida Rasyidah di Omdurman, Sudan

Bagi saya menjadi mahasiswa yang berpuasa di negri orang membutuhkan usaha untuk berbuka puasa,apalagi dengan beberapa menu makanan khas Sudan yang belum cocok di lidah. Karena makanan di Sudan ini rasanya berbeda dengan makanan indonesia, kalau di Indonesia memiliki cita rasa yang sangat beragam dan banyak makanan yang enak. Sedangkan makanan Sudan yang cenderung tawar dan beberapa mempunyai bentuk sedikit abstrakmembuat kami terutama saya pribadi belum berani memakannya. Oleh karena itu saya sangat bersyukur dengan ada banyaknya buka bersama dari berbagai organisasi mahasiswa Indonesia yang menyediakan makanan Indonesia.

Buka Bersama ISLAH-Sudan

Tetapi ada kalanya kami ingin mencoba buka puasa di luar selain bukber. Karena biasanya kami,mahasiswi disini berbuka puasa di asrama masing-masing.
Saya dan teman saya,Alvie punya cerita. Awalnya kami punya rencana untuk buka puasa di foodcourtAfra Mall. Perlu kalian ketahui disini,bahwa Sudan hanya memiliki dua mall. Afra,dan Alwaha. Mall Afra terletak di ibukota,Khartoum sedangkan Alwaha di daerah Arobi. Tetapi nyatanya mall itu tutup menjelang maghrib sampai pukul 20.30 , setelah berfikir untuk mencari tempat pengganti,kami memutuskan untuk pergi ke salah satu restaurant Turki, Top Kapi. Baru kami masuk ke tempat itu, kami ditanya memesan tempat untuk berapa orang, kami jawab dua. Diantarlah kami ke kursi yang masih kosong dengan keadaan mejanya penuh dengan ta’jil berbuka seperti kurma,salad,air putih,dan karkade. Dan ketika kami melihat menunya,kami langsung terkejut karena harganya 100 pound keatas. Kata pelayannya itu adalah paket ramadhan,tidak bisa kita meminta menu satuan. Kami bingung saat itu harus apa, karena sudah terlanjur memesan tempat,karena kami kelamaan terkejut dan belum memilih menu pelayannya bilang “saya beri kalian waktu 2 MENIT untuk menentukan,ini sudah mau adzan” kami semakin kebingungan selain masih terkejut dengan harga yang ga sesuai kantong mahasiswaditambah sedikit ancaman kalau kami tidak memilih menu sudah pasti kami harus keluar. Akhirnya dengan cepat Alvie menunjuk menu paling murah saat itu,dengan harga 100 pound,ta’jil yang disediakan + ayam.
Kejadian 2 MENIT berharga itu terulang. Ketika saya, Alvie, dan empat kakak senior ingin berbuka puasa dengan es krim di salah satu tempat ice cream dan cake, Luxury. Dari awal kami sampai ke tempat itu ada yang berbeda dari biasanya, disana sudah tersedia meja-meja dan tersedia makanan secara prasmanan. Kami mengira bisa memesan eskrim di dalam seperti biasa dan kami pun memesan tempat untuk enam orang. Seperti cerita sebelumnya, di atas meja sudah penuh dengan ta’jil. Adzan maghrib berkumandang kami berbuka disana dengan ta’jil yang sudah disediakan. Setelah memakan ta’jil,dua orang dari kami ke dalam untuk memesan es krim. Tetapi ternyata es krim tidak tersedia. Kami pun menanyakan hal ini pada pelayan dan pelayannya bilang “ es krim tidak ada. Adanya paket puasa satu orang bayar 160 “ terkejut? Sangat. Apalagi saat tau tidak bisa memesan hanya untuk dua orang saja misalnya,karena kita sudah memesan tempat enam orang harus bayar perorangnya 160 dan kalau di totalin semuanya 960 pound . harga yang SANGAT ga sesuai kantong mahasiswa . Kami diam sejenak, sampai pelayannya bilang “ saya beri kalian waktu 2 MENIT untuk memutuskan “ saya dan Alvie hanya bisa mengumpat, tidak menyangka kejadian ini terulang. Kita tanya ke pelayannya “ kalau kita bayar ta’jilnya aja berapa? “ ternyata ta’jilnya ga perlu bayar. Dan kami pun memutuskan untuk pergi. Haha,terkesan sangat konyol. Kalau ditanya malu? nggak juga karena saya ga sendiri,dan kami menganggap ini pengalaman. Karena bingung mau kemana dan kami belum shalat maghrib akhirnya kita pergi ke Afra Mall untuk shalat dan makan di foodcourt. Kalian tau? Disana kami membeli paket ayam seharga 120 pound dengan patungan perorangnya 20 saja bukan 160.Dan itu harga yang sangat sesuai untuk kantong kami.
Dari pengalaman itu saya baru mengetahui bahwa tempat makan disini akan berbeda pelayananya pada saat Ramadhan. Dan pelajaran yang bisa saya ambil disini adalah lebih baik buka puasa di asrama atau membeli yang sudah pasti saja. Sekian………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *