Ramadhan dan Produktivitas Pekerja

Ramadhan dan Produktivitas Pekerja

Oleh: Yuda Andika Darmawan

Staf Departemen Study and Research of Islamic and BusinessĀ FSI FEB UI 2016

 

Di beberapa negara anggota OKI, ketika bulan Ramadhan berlangsung terjadi pengurangan jam kerja. Di Indonesia, rata-rata pengurangan jam kerja adalah selama satu jam, sama halnya dengan Malaysia. Sedangkan di negara negara Timur Tengah seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Pakistan; rata rata terjadi pengurangan jam kerja selama dua jam. Hal ini membawa dampak yang kurang baik terhadap perekonomian. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dinar Standard, yang bekerja sama dengan productivemuslim.com, menunjukkan sebuah hasil yang menarik. Dengan menggunakan pendekatan GDP-per-jam-per-hari, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penurunan jam kerja akan memengaruhi tingkat GDP suatu negara. Indonesia dan Malaysia yang memiliki rata-rata penurunan jam kerja selama satu jam, kehilangan 3,8% dari nilai rata-rata GDP per bulannya. Sedangkan negara-negara yang mengalami penurunan jam kerja selama dua jam, kehilangan 7,7% dari rata-rata GDP per bulannya.

 

Pengurangan jam kerja yang dimaksudkan untuk meningkatkan kuantitas ibadah itu bisa jadi menimbulkan adverse effect. Apakah pengurangan tersebut benar-benar digunakan untuk meningkatkan kuantitas ibadah atau justru untuk bermalas-malasan dengan banyaknya godaan Ramadhan, seperti turnamen sepakbola di televisi, harga diskon di pusat perbelanjaan, film bioskop yang banyak rilis, hingga acara buka puasa bersama yang terkadang melalaikan.

Ramadhan merupakan bulan prestasi bagi umat Islam di seluruh dunia. Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Fathu Makkah terjadi pada 21 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah. Tersebarnya agama Islam pertama kali di negeri Yaman terjadi pada Ramadhan tahun ke-10 Hijriyah. Islam di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad masuk ke Spanyol pertama kali pada 28 Ramadhan tahun 92 Hijriyah.

 

Dalam sejarah Indonesia, tak pelak bulan Ramadhan juga tercatat sebagai bulan prestasi. Fatahillah merebut Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527 M atau bertepatan dengan 22 Ramadhan 933 H. Proklamasi kemerdekaan Indonesia juga terjadi pada bulan suci. Ya, 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadhan. Lalu apakah tepat jika ada anggapan bahwa puasa menghambat produktivitas?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *