Press Release: Mentoring Ekonomi Syariah (MES #2) – Berbisnis Syariah di Era Modern

Press Release: Mentoring Ekonomi Syariah (MES #2) – Berbisnis Syariah di Era Modern

Study and Research of Islamic Economics and Business

            Mentoring Ekonomi Syariah (MES) merupakan salah satu program dakwah (prodak) dibawah tanggung jawab departemen SHINE (Study and Research of Islamic Economics and Business) Forum Studi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. MES 2 yang dilaksanakanpadahariRabu, 20 Mei 2015 kemarin membawakan tema “Berbisnis Syariah di Era Modern”.

Pukul 14:00, acara dibuka di Student Center FEB UI dengan sambutan dari Ketua Umum FSI FEB UI, M. Jatiardi Fitriantoro (Akuntansi 2012). Untuk memacu diskusi, juga hadir beberapa figur publik sebagai pembicara, yaitu Dr. Erwandi Tarmizi, M.A (Doktor Lulusan Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi) dan Andreas Sanjaya (CEO Badr Interactive), dengan didampingi oleh Wahyu Jatmiko (Manajemen 2010).

Menurutpaparan Andreas Sanjaya di sesipertama, beliaumembangunusahaBadr Interactive denganvisi agar dapatmeninggikan kalimat Allah melalui produk-produk berbasis teknologi. Saat ini sudah berbagai program yang berhasil beliau luncurkan. Beliau mengaku, langkah awal dari menciptakan berbagai karya itu adalah dengan mencari masalah-masalah yang ada di lingkungan. Dimulai dari masalah-masalah itu kemudian berkolaborasi dengan banyak orang, muncullah solusi-solusi permasalahan yang kemudian menjadi cikal bakal dari Bang Jay menciptakan berbagai perangkat teknologi tersebut.

Bang Jay mengaku, ia dan tiga temannya memulai usaha ini tanpa modal, tanpa karyawan dan tanpa kantor. Program pertama yang berhasil ia ciptakan bersama rekannya adalah Al Quran digital. Setelah itu, ia mendapatkan tawaran untuk menciptakan sebuah produk komersial yang kemudian dari gajinya, ia rekrut satu orang karyawan. Selanjutnya, program kedua yang berhasil ia ciptakan adalah Ramadhan Guide yang berisi berbagai panduan yang bisa digunakan umat muslim dalam beribadah puasa di bulan Ramadhan. Kemudian ia dan temannya mendapatkan tawaran untuk membuat program komersial lagi yang dengan itu ia gunakan untuk merekrut karyawan selanjutnya dan begitu seterusnya ia memodali usahanya ini hingga sampai sekarang ia dapat memiliki 30 orang karyawan fulltime dan lebih kurang 50 orang karyawan freelance atau pertime yang dapat ia gaji dengan layak.

Berbagai program yang telah dibuat oleh Badr Interactive, salah satunya yang baru diluncurkan tahun 2014 kemaren adalah iGrow. iGrow sendiri adalah sebuah aplikasi yang mempertemukan sponsor penanaman, penanam atau petani, dan pemilik lahan. Hal ini terinspirasi dari melihat permasalahan saat ini bahwa banyak orang yang memiliki dana namun tidak tahu ingin digunakan untuk apa, atau banyak petani yang masih menganggur atau juga banyak lahan yang tidak dimanfaatkan. Oleh karena itu, iGrow hadir untuk memberi solusi dan kebermanfaatan atas semua ini dimana karenanya kesejahteraan tidak hanya dapat dimiliki oleh pemilik dana saja, namun juga petani dan pemiliki lahan. Bahkan banyak juga diantara para sponsor yang tidak meminta bagian laba, namun mengembalikan laba itu lagi kepada pengolahan tanah oleh petani, sehingga pemberdayaan sumber daya manusia dan alam ini semakin berkembang.

Program lainnya adalah Waqaf.Fun atau Waqaf Indonesia. Ini terinspirasi dari aplikasi waqaf di masa Rasulullah dimana hampir semua barang publik menggunakan dana dari waqaf seperti pembangunan jalan, sekolah, pengobatan orang yang sakit dan lain sebagainya yang mana ini akan meningkatkan kesejahteraan di tengah masyarakat pula. Aplikasi Waqaf Indonesia ini perwujudannya adalah dengan membangun pabrik tahu atau tempe yang nantinya akan dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan sebuah desa, sekolah, rumah sakit, mesjid maupun fasilitas-fasilitas umum lainnya. Ini akan lebih memudahkan karena proses pengelolaan, reporting, monitoring lebih praktis dan tidak perlu dilakukan secara konvensional lagi. Namun pelaksanaan Waqaf Indonesia ini masih memiliki kendala karena membangun pabrik tahu atau tempe membutuhkan sumber kedelai yang banyak dan kedelai tidak banyak diproduksi di Indonesia.

Program lainnya yang diciptakan oleh Badr Interactive adalah OLEA. Olea ini merupakan area marketing yang merangkul produsen obat-obatan herbal alami yang halal untuk mempromosikan produknya. Ide ini muncul karena menyadari bahwa sebagian besar obat yang ada saat ini belum seratus persen halal. Hal ini bisa disebabkan karena dalam proses produksinya menggunakan alkohol, dan lain sebagainya. Website Olea ini juga dilengkapi dengan keywords yang dapat menghubungkan pencari informasi dengan jurnal-jurnal ilmiah atau artikel atau penelitian yang memastikan bahwa obat yang dicari memang benar terbukti dapat mengobati penyakit yang bersangkutan.

Aplikasimenariklainnya yang tak kalah bermanfaat hasil ciptaan Badr Interactive adalah Learn Quran yang dilauching pada tahun 2013. Learn Quran ini merupakan aplikasi yang memudahkan orang-orang dalam belajar membaca Al Quran mulai dari tingkat pemula sampai pada tingkat Advance. Meskipun aplikasi ini diciptakan Badr Interactive melalui kerjasama dengan pesantren lokal, namun aplikasi ini ternyata lebih banyak digunakan di luar negeri. Lanjutan dari aplikasi Learn Quran ini adalah QuranPrize.com yang dapat menjadi pengukur penguasaan seseorang terhadap Al Quran. Aplikasi ini memberikan apresiasi bagi penghafal Al Quran untuk dapat menguji hafalan Qurannya melalui test melanjutkan ayat, tebak surat atau ayat yang berbentuk pilihan ganda. Kedepannya Bang Jay bercerita akan mengembangkan aplikasi ini lagi dengan adanya program tadabbur ayat.

Sementaraitu, di sesi 2, Dr. ErwandiTarmizi, M.A mengungkapkanbahwaberbisnissecarasyariah hendaknya tidak hanya dilakukan pada zaman Rasulullah SAW saja. Namun ini mestinya juga dapat kita terapkan pada era modern seperti ini. Berbisnis secara syariah berarti berbisnis dengan menerapkan apa yang dianjurkan oleh Allah SWT dan meninggalkan hal-hal yang dilarangnya, seperti Riba, Gharar, Maisir (judi) dan Zhalim. Jika kita melakukan hal ini maka dapat menyebabkan kehancuran bagi pribadi dan umat manusia secara keseluruhan.

Banyak praktek yang dapat kita terapkan dalam rangka melakukan bisnis secara syariah. Selain menghindari keempat hal di atas (Riba, Gharar, Maisir (judi) dan Zhalim), banyak juga hal-hal kecil yang baik untuk kita perhatikan. Seperti adab dalam pinjam meminjam, bahwasanya dalah Al Quran dijelaskan bahwa apabila kita meminjam atau meminjamkan sesuatu hendaklah dicatat dan diperhatikan waktu kapan harus dikembalikan atau mengembalikan pinjaman tersebut. Juga orang yang meminjam hendaknya mengingat kewajibannya tersebut agar tidak menjadi beban di akhirat kelak. Kemudian bagi penyedia jasa yang bentuknya abstrak dan tidak pasti, hendaknya dalam menawarkan usahanya menyediakan informasi yang lengkap, berupa jasa apa yang disediakan, berapa durasi waktunya, dan sebagainya untuk memperkecil Gharar. Selain itu, saat ini bentuk bisnis sudah sangat berkembang. Salah satu bentuknya dapat berupa usaha Resale dimana kita sebagai resaller sebenarnya belum memiliki barang tetapi barang diadakan hanya saat sudah ada pemesanan. Hal ini dalam bisnis syariah tidak diperbolehkan, karena resaller belum memiliki barang yang ia akan jual. Selanjutnya, dalam penentuan profit saat berjualan menurut hukum syariah tidak ditentukan berapa maksimalnya bagi barang-barang yang diciptakan sendiri, namun bagi barang-barang yang sudah ada harganya, hendaknya kenaikan harga terjadi tidak boleh melebihi dari harga pasar. Ini menyiratkan makna bahwa Islam menyarankan kita agar dapat berinovasi dan menciptakan produk sendiri sehingga dapat menentukan profit maksimal yang ingin dicapai. Dalam menentukan harga juga tidak dilarang jika memasukkan unsur antisipasi usaha ke dalam harga pasar, asalkan kenaikan harga yang ditimbulkan nantinya tidak melebihi harga pasar.

Untuk dapat menjalankan bisnis berbasis syariah di era modern ini, pebisnis hendaknya selalu memperhatikan aspek yang dianjurkan dan dihindari untuk dilakukan sesuai dengan aturan Islam. Karena dengan itu pula, kita dapat menjalankan agama secara lebih kaffah lagi agar bisa menjalankan ajaran Islam dengan lebih sempurna.

 

Sesi Pertanyaan

  1. Jika misalnya seseorang membuat kue, tetapi kue itu tidak membantu orang lain, apakah itu termasuk syariah atau tidak?            
  2. Bagaimana adab yang baik dalam menagih hutang?
  3. Jika seseorang bergerak dalam bisnis training, ketika orang itu mengisi disebuah acara pembayarannya sudahditentukan, tetapi ternyata orang itu berbicara kurang sesuai dengan ekspektasi yang punya acara, lalu hal itu bagaimana? Apakah itu termasuk dzalim?
  4. Bagaimana hukum jual beli reseller?
  5. Apakah ada MLM yang halal?Apakah forex dalam pasar uang halal?
  6. Dalam berbisnis, berapakah presentase pengambilan untungdalamusaha? Dan bagaimana antisipasi inflasi dan barang yang tidak laku?

Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh Wahyu Jatmiko dan ditutup oleh MC dengan pembacaan doa penutup majelis dan tag line FSI pada pukul 16.30.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *