Posisi Ekonomi Dalam Islam

Posisi Ekonomi Dalam Islam

Posisi Ekonomi Dalam Islam

Oleh : Yuda Andika Darmawan

Staff Departemen Study and Research of Islamic Economic and Business FSI FEB UI 2016

 

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab sebagai penjelas segala sesuatu. (An-Nahl: 89). Dan sebagai pemerinci terhadap segala sesuatu. (Al-A’raf: 145)

Al-Qur’an, sebagai sumber hukum ajaran islam, mencakup pedoman-pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari masalah pendidikan, hukum, politik, tata negara, dan tak terkecuali ekonomi. Ekonomi merupakan aspek penting yang mana setiap harinya masyarakat tak pernah lepas darinya. Oleh karena itu, tak heran bila ilmuwan-ilmuwan islam klasik telah banyak mengkaji Al-Qur’an dalam konteks mendapatkan pemahaman mengenai ekonomi, bahkan tak sedikit dari mereka telah menerbitkan karya-karya fenomenal yang membahas tentang ekonomi.

Ibnu Khaldun, salah satu ilmuwan islam klasik terkemuka di bidang ilmu sosial, dalam bukunya yang berjudul “Muqadimah” memberikan teori sederhana dan menarik yang menunjukkan keterkaitan ilmu-ilmu syariah yang secara fundamental menjadi dasar dari perekonomian dan perpolitikan. Teori tersebut diolah oleh Umer Chapra (2001) menjadi suatu model ekonomi sebagai berikut:

 

S – N – W – D – J – G

 

Kita dapat membaca siklus tersebut sebagai berikut:

  1. Adanya pemahaman Syari’ah (S) yang konkrit di lapisan masyarakat. Hal ini perlu dikembangkan melalui sosialisasi dan kajian supaya tercipta sistem kemasyarakatan yang berlandaskan syari’ah islam, hingga memengaruhi cara mereka berperilaku dan pengambilan keputusan.
  2. Ketika syari’ah mulai diimplementasikan oleh suatu kemasyarakatan (N), pada gilirannya lambat laun akan tercipta kesejahteraan atau Wealth (W) di masyarakat, yang tentunya membuat mereka mampu membayar zakat, infaq, Shodaqoh, dan Waqaf.
  3. Ketika masyarakat makmur, maka akan tercipta suatu pembangunan untuk berbagai infrastruktur, lembaga pelatihan, dsb. Hal ini disimbolkan oleh Development (D)
  4. Pembangunan itu, yang pada akhirnya akan menciptakan keadilan, atau disimbolkan dengan Justice (J) di masyarakat.
  5. Pada Akhirnya, ketika perekonomian kuat, maka perpolitikan atau kenegaraan yang disimbollkan oleh Government (G) dapat dikuasai

 

Siklus tersebut menunjukkan bahwa perekonomian sebenarnya telah diatur oleh islam. Ajaran-ajaran islam sendiri-lah yang menjadi dasar dari segala ilmu-ilmu yang ada. Termasuk ekonomi, yang dinilai merupakan alat bagi masyarakat untuk mencapai kesejahteraan. Pada masa sekarang ini, telah kita jumpai di tengah-tengah masyarakat berbagai kajian mengenai “Islamic Economic” atau ekonomi islam. Secara umum hal ini karena munculnya berbagai kritik terhadap ekonomi yang ada saat ini, yang menimbulkan berbagai permasalahan mulai dari ketidakmerataan hingga krisis. Oleh karena itu, tak heran ekonomi islam mulai muncul kembali di lapisan masyarakat, sebagai solusi permasalahan saat ini.

 

 

Referensi

http://shariaeconomics.wordpress.com/tag/pemikiran-ekonomi-ibnu-khaldun

Khaldun, Ibnu. 2015. Mukaddimah. Diterjemahkan oleh: Masturi Ilham, dkk. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *