Perjuanganku, Kisah Hijrahku

Perjuanganku, Kisah Hijrahku

 Oleh: Aulia Safira

Staff Departemen Muslimah Learning Centre FSI FEB UI 2016

 

“Bidadari Dunia Memang Tak Besayap, Namun Ia BERHIJAB”

 

Tulisan ini diperuntukkan bagi kalian, muslimah sholehah yang mempertahankan syiar islam tetap terjaga. Khususnya untuk kalian yang memilih pilihan mulia, mematuhi perintah Allah ataupun dalam proses menuju kebaikan, yakni berhijab.. Disini saya mungkin akan lebih banyak berbagi suka duka dalam hijrah yang insya Allah adalah kebaikan yang hakiki, proses menutup aurat.

Menutup aurat mengapa dikatakan sebuah proses? Karena kita tidak dapat melakukan sesuatu secara instant kemudian langsung mendapat hasil maksimal. Menutup aurat merupakan sebuah proses dimana pada awalnya datang secercah hidayah Allah dari hati kita, keinginan memperbaiki diri. Namun, jangan salah kaprah, jangan berpikiran, mengapa hidayah tidak kunjung datang. Karena hidayah tidak serta merta di dapatkan seseorang dengan hanya berdiam diri tidak berusaha memperbaiki diri. Pencarian hidayah pun merupakan sebuah proses, yang nantinya akan membawa kita ke jalan yang lebih baik lagi. Setelah adanya keinginan menutup aurat, maka umumnya, kita akan banyak berpikiran mengenai hal-hal negatif dari berhijab tersebut. Salah satunya ialah bisa jadi karena kita belum memiliki banyak koleksi hijab di lemari pakaian. Juga pakaian kita umumnya belum panjang menutup aurat. Juga belum memiliki rok panjang untuk dikenakan. Mungkin bisa jadi karena alasan gerah, alasan rambut yang cantik tidak dapat di hias, alasan memakai hijab ialah katro, kan hanya ibu-ibu pengajian yang biasanya memakai hijab? Subhanallah, sudah sebaiknya kita menjauhi alasan-alasan negatif yang malah mendorong kita jauh dari syariat islam. Sepatutnya kita kesampingkan alasan keduniawian untuk mencapai kebaikan akhirat yang mulia. Muslimah, berhijab merupakan nikmat Allah. Berhijab merupakan sebuah perintah. Berhijab tidak serta merta membuat kita menjadi muslimah sempurna.

Namun sudah pasti berhijab lebih baik daripada yang tidak berhijab, karena kalian yang berhijab sudah satu tingkat lebih tinggi di bandingkan yang tidak menutup auratnya. Sahabat muslimah, menutup aurat memang tidak mudah, ada harga yang harus di bayar, karena jaminannya ialah surga Allah SWT. Namun percayalah muslimah, semakin engkau bulatkan tekadmu untuk berjihad di jalan Allah, rintangan memang datang, kemudahan tak selalu di tangan. Namun percayalah, Allah Maha Melihat, Allah ialah sebaik-baiknya hakim Yang Paling Adil. Jangan khawatir akan mulut-mulut pedas di luar sana yang berkata buruk tentang keinginan mulia mu, hiraukan cacian orang-orang yang berkata bahwa kamu sok suci. Karena, belum tentu mereka lebih baik dari kamu. Ketika hati mu yakin dan tekad mu kuat untuk menutup aurat, insya Allah jalan mu dalam menutup aurat akan di mudahkan oleh Allah. Mungkin juga saat ini di antara kita ada yang memakai hijab, namun belum syar’i. Jangan di hujat, jangan di caci maki, jangan dengki, karena kita muslimah. Sudah baik ada teman-teman kita yang berusaha memperbaiki dirinya. Jangan lah kita yang mungkin saat ini sudah syar’i pakaiannya, namun karena hati kita tidak syar’i, menjadi gosong amal ibadah kita terbakar oleh dengki pada hati kita. Dari Jabir dan Abu Ayyub Al-Anshari, mereka mengatakan bahwa Rasulullah SAW.. bersabda,

Tidak ada seorang pun yang menghinakan seorang muslim di satu tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan menghinakan orang (yang menghina) itu di tempat yang ia inginkan pertolongan-Nya. Dan tidak seorang pun yang membela seorang muslim di tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan membela orang (yang membela) itu di tempat yang ia menginginkan pembelaan-Nya.” (Ahmad, Abu Dawud, Ath-Thabrani)

Sebagai muslimah sholehah, jangan sampai hati kita ternodai, jangan sampai niat kita yang mulia menjadi tak berguna karena penyakit dalam hati kita. Bantulah saudara saudara kita di luar sana yang sedang dalam proses mencari jati diri kebaikan hakiki, yang sedang berproses menutup aurat khususnya. Jangan di rendahkan, namun tetap di berikan semangat. Jangan di gunjing jika belum istiqomah, namun kuatkan hatinya. Sahabatku, hindarilah menilai seseorang dengan sebelah mata mu. Jangan sampai penilaian kita mendorong kita kepada panasnya api neraka. Jangan sampai kita merasa suci, hingga menghina orang yang di rasa belum suci, justru membuat kita menjadi orang yang di hinakan oleh Allah SWT pada hari kiamat kelak.

Teruntuk yang sudah syar’i semoga selalu istiqomah, perbaiki hati, jangan mendengki.

Teruntuk yang berniat berhijab, mantapkan hati. Kesampingkan alasan negatif, karena insya Allah akan di mudahkan jalan bagi kita mencapai ridhonya Illahi Rabbi.

Teruntuk yang masih nyaman dengan geraian rambutnya, terus semangat mencari hidayah Allah SWT, Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dunia adalah cita-citanya, niscaya Allah akan cerai beraikan usahanya, menjadikan kefakirannya di depan matanya dan tidaklah dunia sampai kepadanya kecuali yang telah dituliskan untuknya dan barangsiapa yang niatnya adalah akhirat, niscaya Allah akan menguatkan baginya usahanya dan menjadikan kekayaannya pada hatinya serta dunia mendatanginya dalam keadaan dipaksa.” HR. Ibnu Majah.

Jadikan akhirat sebagai prioritas utama kita ya Ukhti. Tetap istiqomah di jalan Allah SWT. Tetap semangat meskipun iman kadang futur “Setiap perbuatan ada puncaknya, dan setiap puncak akan futur (lesu). Maka, barang siapa futurnya menuju sunnah sungguh sangat beruntung, dan barang siapa futurnya tidak menuju sunnah sungguh akan hancur.” (HR. Tirmidzi).
Ada beberapa obat bagi iman yang lesu supaya dapat kembali bersemangat dalam menapaki kehidupan ini dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Obat-obat tersebut antara lain :

Merasakan keagungan Allah dan kekuasaannya, merenungi ayat-ayat qauliah (tertulis) dan kauniah (tidak tertulis), memperbanyak mengucapkan dzikir kepada Allah, bergaul dengan hamba-hamba Allah yang saleh, menjauhi dosa-dosa kecil, memperbanyak mengingat kematian., mengingat hari perhitungan, pahala, siksa, surga dan neraka, dan masih banyak lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *