Merindu “Al Faruq” Umar bin Khattab

Merindu “Al Faruq” Umar bin Khattab

oleh Nurul Khomariyah

Segala puji hanya bagi Allah swt pencipta dan pengatur alam semesta. Shalawat dan salam kepada Rasul termulia, Muhammad saw, keluarga beserta seluruh sahabatnya.
Pemimpin adalah sosok transformator, pejuang, dan penggerak. Dan sungguh sejarah telah merekam Umar bin Khattab sebagai sosok pemimpin tangguh, sang penakluk yang penuh ketegasan dan keberanian, pemimpin adil yang senantiasa melakukan perbaikan. Umar radiyallahu’anhu merupakan pribadi pilihan yang keislamannya memperkokoh panji-panji Islam.
Pada masa jahiliyah beliau adalah wakil dari kabilahnya ketika terjadi perselisihan. Beliau adalah orang yang kuat dan dipercaya. Tabiatnya yang mengerikan pada separuh umurnya yang kelam adalah mengubur bayi perempuan dan meminum khamr. Sebelum masa keislamannya Umar bin Khattab merupakan salah satu orang yang terang-terangan menenatang Islam, bahkan pernah suatu ketika ia berniat untuk membunuh Rasululloh saw. Namun demikian, sesungguhnya pada diri Umar melekat kebijaksanaan dan ketangguhan, sehingga Nabi Muhammad pun meminta kepada Alloh swt :
“Ya Allah…buatlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua orang ini. Amr bin Hisham atau Umar bin Khattab.”
Do’a Rasulullah dijawab oleh Allah swt dengan menjadikan Umar berada pada barisan Islam. Maka begitu hatinya telah diterangi oleh sejuknya cahaya Islam, Sang Al Faruq dengan terang-terangan pula menunjukkan keislamannya. Ia bagai dilahirkan kembali menjadi pribadi yang benar-benar baru dan meniti separuh umurnya yang kedua dalam rahmat Islam.
Amirul mukminin Umar bin Khattab dikenal sebagai pemimpin yang keras, lembut dan mulia hatinya. Sifat keras yang dimiliki oleh Umar bin Khattab memiliki penjabaran bahwa dalam menyelesaikan permasalahan beliau mneghadapinya dengan tegar dan penuh keteguhan. Sifat keras tersebut juga bermakna Bahwa Umar bin Khattab melaksanakan perintah Allah SWT dengan berpedoman penuh terhadap tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
Pada masa pemerintahanya terjadi perluasan wilayah Islam.Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Byzantium.Ia melakukan perbaikan dan pembaharuan pada berbagai bidang untuk kemaslahatan dan kemakmuran umat. Dalam bidang pemerintahan Umar membagi wilayah menjadi 8 propinsi dan mengangkat untuk setiap propinsi seorang gubernur yang bertanggung jawab kepada khalifah. Beliaupun membentuk lembaga negara dan dewan hakim serta menetapkan sistem kalender Islam yang dikenal sebagai kalender Hijriyah. Umar bin Khattab pun juga menciptakan gebrakan-gebrakan baru dalam perekonomian seperti membentuk jawatan pos, mendirikan baitul mal, mendirikan dewan al kharaj yang mengatur dan mengurus pajak tanah, mendirikan dewan al jund yang mengurusi keuangan negara dan militer, membentuk lembaga yang mengurusi dan memberikan santunan kepada anak yatim, melakukan perbaikan jalan dan memperbaiki masjid Al Haram, masjid Nabawi dan masjid Al Aqsa.
Kegemilangan tersebut di dasari atas ilmu dan ilham yang dianugerahkan Allah kepada Umar. Pada beliau melekat pemahaman yang baik, ia selalu berkata benar dan mengetahui kebenaran.
Sesungguhnya telah ada dalam umat-umat sebelum kamu orang-orang yang diberikan ilham. Dan, bila dalam umat-Ku terdapat seseorang yang demikian itu, maka Umar bin Khattab termasuk mereka. HR Bukhari
Amirul Mukminin hidup dalam kesederhanaan. Untuk memantau kondisi rakyatnya beliau biasa menyamar menjadi rakyat biasa pada malam hari. Bahkan suatu ketika terjadi musim paceklik Amirul Mukminin memantang dirinya memakan daging, minyak samin dan susu. “Berkeronconglah sesukamu, dan kau akan tetap menjumpai minyak, sampai rakyatku bisa kenyang dan hidup dengan wajar.” Ungkap Umar saat perutnya kosong.
Sejatinya, pemimpin yang demikianlah yang dibutuhkan pada zaman yang makin tak beraturan ini. Sosok pemimpin yang tegas, berani, cerdas, kreatif, inovatif dan tak mudah gentar. Sesungguhnya masa terbaik Islam setelah masa kenabian adalah masa Khulafaur rasyidin. Sebagai generasi penerus yang sudah terpisah jauh dari masa kegemilangan Islam era Rasulullah dan sahabiyah sudah saatnya kita mengkaji secara mendetail terhadap generasi terbaik Islam dan mengikuti jejak langkah mereka.
Tidak akan baik generasi akhir umat ini melainkan dengan apa yang menjadikan generasi pertamanya menjadi baik.
Semoga kita menjadi generasi yang senantiasa melakukan perbaikan, yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, yang bergerak dan menggerakkan, yang hidup dan menghidupkan. Sungguh hanya Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang sebaik-baik pemberi petunjuk dan perlindungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *