Khotmil Qur’an FSI FEB UI 2015: “Raih Berkah dengan Mencintai Al-Qur’an”

Khotmil Qur’an FSI FEB UI 2015: “Raih Berkah dengan Mencintai Al-Qur’an”

IMG_7152E

Khotmil Qur’an FSI FEBUI merupakan salah satu bentuk usaha dari Forum Studi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam rangka mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat di lingkungan FEB UI. Acara ini difasilitasi oleh departemen PKM (Perpustakaan dan Kemakmuran Musholla). Acara Khotmil Qur’an yang dilanjutkan dengan Iftar (buka puasa bersama) dilaksanakan pada hari Jum’at, 03 Juli 2015 mengangkat tema “Raih Berkah dengan Mencintai Al-Qur’an”. Pada acara Khotmil Qur’an, panitia menghadirkan seorang hafidzh yang juga menjadi mahasiswa di LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam & Arab), Ustadz Nur Fajri Romadhon sebagai pengisi kultum sebelum berbuka puasa.

Pada acara Khotmil Qur’an, FSI FEB UI meng-khatamkan Al-Qur’an dengan membaca Al-Qur’an juz 30. Sebelum hari-H acara, para pengurus inti dari FSI FEB UI sudah membaca Al-Qur’an dari juz 01-29, sehingga pada acara Khotmil Qur’an yang dibaca hanyalah juz 30 saja.

Acara Khotmil Qur’an dilaksanakan di Musholla Ikhwan FEB UI. Acara dibuka pada pukul 16.30 WIB oleh Ibrohim Abdul Halim (Ilmu Ekonomi 2013) selaku MC, dan dilanjutkan dengan pembacaan khataman Al-Qur’an juz 30 yang dipimpin oleh Ketua Umum FSI FEB UI, Muhammad Jatiardi Fitrianto (Akuntansi 2012). Khataman Qur’an selesai kurang lebih pada pukul 17.15, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Dzikir & Tahlil yang dipimpin oleh Abdurrahman Ahmad Idrus Salam (Akuntansi 2014) selama 10 menit. Acara dilanjutkan dengan kultum oleh pembicara, yaitu Ust.Nur Fajri Romadhon.

Ust.Nur Fajri Romadhon mengawali pembahasan tema dengan memberikan pengertian dari kata Berkah dan Cinta. Beliau menjelaskan bahwa pengertian berkah secara bahasa adalah Khairan Katsiiran yang berarti kebaikan yang banyak. Beliau juga mengatakan bahwa meng-khatamkan Al-Qur’an adalah suatu amalan yang mulia dengan menyebutkan sebuah hadits,

Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)

Inti pembahasan dari kultum pada acara Khotmul Qur’an tersebut adalah bagaimana cara kita mencintai Al-Qur’an sehingga kita bisa mendapatkan keberkahan dari Al-Qur’an, sesuai dengan tema yang telah ditetapkan. Ust.Fajri memaparkan ada 3 hal yang harus dilakukan serta menunjukkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an.

Pertama, Tilawatul Qur’an. Salah satu bukti kecintaan kita terhadap Al-Qur’an adalah dengan gemar membaca Al-Qur’an. Beliau juga mengatakan berdasarkan hadits dan pendapat para ulama bahwa membaca Al-Qur’an itu hukumnya adalah wajib, sedangkan jika dalam satu hari tidak membaca Al-Qur’an maka hukumnya bmakruh. Hal ini menandakan bahwa kita sebagai umat muslim tidak seharusnya lepas dari Al-Qur’an, melainkan harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an walaupun hanya satu halaman, satu ‘ain, atau hanya satu ayat adalah awal dari kita agar dapat mencintai Al-Qur’an.

Hal kedua adalah Tadabbur Al-Qur’an. Setelah membacanya, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan memahami isi atau kandungan dari Al-Qur’an. Ust. Fajri mengatakan bahwa langkah awal agar kita bisa memahami isi kandungan dari ayat-ayat Al-Qur’an adalah dengan membaca artinya, jika kurang mengerti makna dari arti yang telah kita baca, maka bacalah tafsirannya. Ust.Fajri memberikan beberapa rujukan kitab Tafsir Al-Qur’an yang menurutnya sangat bagus dan sangat membantu dalam memahami Al-Qur’an. Beliau juga mengatakan bahwa Al-Qur’an memiliki banyak keajaiban yang terkandung didalamnya yang tidak akan habis walaupun kita telah mengulang-ulang bacaannya.

Dan langkah ketiga agar kita benar-benar bisa mencintai Al-Qur’an serta mendapat keberkahan Al-Qur’an adalah mengamalkan isi dari Al-Qur’an. Dengan membaca, mengetahui artinya, serta memahami maknanya, maka kita akan mengetahui hal-hal apa saja yang harus kita lakukan dan yang mana saja yang harus kita jauhi. Jika kita sudah mengetahui namun tidak mengamalkannya maka semua akan sia-sia. Ilmu yang kita peroleh tidak akan bermanfaat jika tidak diamalkan.

Setelah memaparkan langkah-langkah tersebut Ust.Fajri menyimpulkan bahwa dengan ketiga hal tersebut, maka sempurnalah kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan itulah yang akan mendatangkan keberkahan bagi kita yang mencintai Al-Qur’an.

Dengan berakhirnya kultum dari Ust.Fajri, maka acara pun ditutup sekaligus dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama di Musholla Ikhwan FEB UI.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *