Kecantikan Yang Tertutupi

Kecantikan Yang Tertutupi

tabarruj

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran : 14)

Nama Buku                         : Tabarruj

Pengarang                          : Ni’mah Rasyid Ridho

Penerjemah                       : Abdul Rosyad Shiddiq

Penerbit                              : Pustaka Al-Kautsar

Jumlah halaman               : 75

Dalam buku ini akan ditemukan penjelasan dan peringatan akan bahaya tabarruj yang sangat menggugah qolbu dan memperluas cara pandang dari wanita. Ditambah dengan dengan ayat Quran, hadis, atau syair orang terdahulu di hampir tiap halamannya membuat buku terjemahan ini sarat ilmu dan teferifikasi langsung dari sang Pencipta, Rasulullah, dan orang-orang sholeh pada masa dahulu. Hal lainnya yang cukup menonjol dari buku inin juga alurnya yang jelas dan sangat mudah diikuti sehingga siapa pun dapat dengan mudah membacanya.

Keindahan dan kecantikan adalah suatu pesona yang diberikan oleh Allah S.W.T, sebagai suatu Dzat yang menyukai keindahan, kepada makhluk-mahkhluknya. Sudah menjadi fitrah pula bagi manusia untuk menyukai keindahan dan kecantikan, terlebih bagi wanita. Bahkan wanita itu sendiri lah sosok ‘keindahan’ dan ‘kecantikan’ yang terbaik di dunia

Keindahan dan kecantikan yang telah diberikan kepada seseorang wanita seharusnya dipelihara dan dijaga hingga yang berhak saja yang dapat melihat. Hal ini tentu semata-mata  untuk menjaga kehormatan wanita itu sendiri dan menjauhkannya dari jurang kemaksiatan zina. Itulah sebabnya Allah memerintahkan para wanita untuk bersikap sederhana dalam berpakaian dan menutup seluruh aurat yang dapat mengundang syahwat.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur : 31)

 

 

 

Namun sayang, di era sekarang ini justru hal sebaliknya yang terjadi. Pesona kecantikan  yang memang diciptakan oleh Allah S.W.T untuk wanita ini justru tidak dijaga. Kecantikan telah menjadi sebuah komoditi yang laris diperlombakan dan dipertontonkan di masyarakat yang cenderung dieksploitir demi keuntungan sepihak. Munculnya kontes ratu kecantikan didukung dengan produk-produk kecantikan yang marak diperjual-belikan membuat seseorang wanita berlomba untuk mempercantik diri dan tabarruj, atau mempertunjukkan kecantikan setinggi-setingginya dari seorang wanita di khalayak umum.

Tabarruj merupakan lambang kejahiliyahan modern yang harus dihindari setiap wanita muslim. Namun, tidak jarang wanita terjebak dalam jurang kejahiliyahan yang menghancurkan dirinya sendiri. Hal ini pada dasarnya dikarenakan lingkungan yang sangat tidak mendukung dan juga nafsu di diri wanita yang memang secara fitrahnya ingin terlihat cantik di mata manusia lainnya.

“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Qashash : 50)

Oleh karenanya, wanita muslim yang sedang terjebak dalam ujian tabarruj ini sangat baik untuk membaca buku berjudul Tabarruj karya Ni’mah Rasyid Ridho. Walau cukup singkat, buku ini tidak hanya menjelaskan tabarruj saja, tetapi juga InsyaAllah dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan bagi seorang muslimah pada umumnya.

Salah satu syair yang bagus dikutip dari buku ini adalah sebagai berikut

Bermula dari pandangan mata, saling melempar senyum, saling berkirim salam, berjanji, berkencan

Segenap peristiwa sumbernya adalah pandangan mata,

Api yang besar bermula dari bunga api yang sepercik

Berapa banyak pandangan mata yang menikam hati orang

Bagai anak panak yang meluncur tanpa busur dan tali

Sepanjang seseorang punya mata nafsu, selama itu pula dia akan dihadang bahaya

Ringan mata akan menyengsarakan hati

Tidak ada ucapan selamat datang bagi yang hadir dengan membawa petaka.

 

Mari  kita saling mengingatkan kepada saudara muslimah kita, serta keluarga kita agar kita semua bisa terhindar dari sifat Tabarruj. Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *