Islamic Worldview versus Secular Worldview

Islamic Worldview versus Secular Worldview

Oleh : Anonim

Worldview merupakan cara pandang dan keyakinan manusia atau sekelompok manusia tentang realitas (keadaan, kejadian, atau kenyataan). Setiap manusia, kelompok, masyarakat, atau bangsa memiliki interpretasi atas dasar cara pandang dan keyakinan tersendiri tentang dunia yang dihadapinya sehingga memiliki reaksi berupa sikap, perilaku atau tindakan yang tersendiri pula. Misalnya jika manusia atau kelompok manusia meyakini bahwa hidup di dunia ini sementara maka ia atau mereka akan pula menyiapkan hal-hal yang terkait dengan kehidupan berikutnya setelah dunia ini selesai.

Cara pandang tentang dunia meliputi banyak hal, diantaranya: (a) makna dan tujuan kehidupan; (b) kepemilikan dari apa-apa yang ada di dunia ini; (c) hak dan tanggung jawab individu, keluarga, kelompok, masyarakat, dan bangsa; (d) solusi untuk menata ulang dunia; dan sebagainya.

Dikatakan bahwa semua manusia, masyarakat, dan bangsa saat ini terjebak dalam secular worldview atau Cartesian-Newtonian worldview yang memiliki karakteristik materialistic, individualistic, dan jauh dari holistic. Hal ini dikarenakan oleh peradaban dunia yang dianut saat ini awalnya dibangun dari Barat dan memang menafikan Tuhan, menonjolkan peran manusia sebagai pengatur alam, materi sebagai hak utama pencapaian kebahagiaan, dan separasi serta spesialisasi diperlukan untuk itu.

Islamic worldview yang diajarkan oleh Muhammad SAW berbeda jauh dari secular worldview. Rasulullah mengajarkan bahwa Islam adalah jalan Kebenaran yang membawa umat manusia pada keselamatan di dunia dan akhirat. Tauhid sebagai pilar utama Islam bermakna pengakuan bahwa realitas yang sesungguhnya (ultimate reality) adalah Allah SWT. Manusia diciptakan untuk menjadi abdi Nya. Dengan demikian dalam Islam:

  1. Makna dan tujuan kehidupan adalah mencapai tauhid (mengesakan Allah SWT) dan berupaya menjadi hamba Allah SWT yang setia, melaksanakan yang diperintahkan dan menghindari dari yang dilarang;
  2. Semua yang ada di bawah langit dan di atas bumi adalah milik Allah SWT, manusia menjadi perwakilan yang memperoleh amanah atau kalifah fil-ardh untuk menjaganya secara bertanggung jawab;
  3. Tanggung jawab dan hak individu, keluarga, kelompok, masyarakat, bangsa tertuang dalam maqashid sharia yaitu menjaga: a. Agama; b. Jiwa; c. Keluarga; d. Akal; dan e. Kekayaan. Di Indonesia hal ini tertuang dalam 5 sila Pancasila.
  4. Islam menawarkan solusi yang konkrit dan komprehensif untuk menata ulang kehidupan di dunia yang mengalami degradasi moral dan akhlak yang parah, yaitu melibatkan Yang Maha Berkehendak.

Dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama antara secular worldview dengan Islamic worldview adalah keyakinan dan kepercayaan yang utuh terhadap Tuhan sehingga dalam setiap langkah dan gerak hidup manusia selalu beserta dengan Nya (dalam Islam disebut Ihsan). Dengan memahami dan meyakini hal ini, tinggal sekarang kita mencari cara (HOW) nya. Rasulullah SAW sudah menunjukkan contoh cara mencapai keridhaan Allah SWT ini. Pertanyaannya sekarang, “Apakah kita mau mengikuti langkah Rasulullah SAW?”

Waulahualam bissawab.

One thought on “Islamic Worldview versus Secular Worldview

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *