Hijab and Dress Day

Hijab and Dress Day

 

Hijab and Dress Day (HnD) kali ini diadakan untuk membagikan hijab kepada mahasiswi yang baru berhijab maupun yang berhijrah sebagai dukungan MLC FSI bagi mereka agar tetap istiqomah karena berhijab adalah hal yang diperintahkan oleh Allah SWT. Alhamdulillahirabbilalamin sudah ada beberapa orang baik itu dari teman maupun kakak-kakak yang sudah kita beri hijab.

  1. Dea Aulia (EMA 2014)

Pertama dari Dea Aulia atau biasa disapa Dea (EMA 2014). Dea berinisiatif dari diri sendiri untuk menggunakan hijab, karena rasa penasarannya akan hijab dan mencari tau tentang hijab. Dengan mencoba untuk berhijab dan mencari kecocokannya, kini ia meluruskan niatnya tersebut. Menurutnya hijab adalah tameng bagi diri perempuan sebagai awal dari perbaikan diri dan memang sudah menjadi kewajiban tiap perempuan muslimah. Kemudian ia berpesan bahwa tiap perempuan pasti memiliki niat dalam memakai hijab, maka sebaiknya kenakan saja dan luruskan niat tersebut karena perintah Allah SWT.

  1. Ninis (EMA 2015)

 

Selanjutnya ada Ninis (EMA 2015) yang mulai mengenakan hijab dari awal puasa tahun lalu. Pada awalnya ia ingin mengenakan hijab pada semester tiga karena ajakan dari teman namun ia meniatkan dirinya untuk berhijab pada semester lima. Saat pertama kali dicoba, akhirnya ia meneruskan untuk mengenakan hijab sebagai bagian dari dirinya. Selain itu, Kak Ninis juga mendapat dukungan dari ibunya yang juga mengenakan hijab. Sebagai seorang ibu, awalnya tidak ada paksaan baginya untuk mengenakan hijab. Namun saat berkeinginan untuk mengenakan hijab, Kak Ninis justru mendapat dukungan yang tinggi dari ibunya sehingga niatnya untuk mengenakan hijab terealisasikan hingga sekarang. Begitu juga dengan teman-teman di sekitarnya yang meresponsnya dengan tanggapan positif. Kak Ninis berpendapat bahwa mengenakan hijab berarti lebih menjaga sikap sebagai seorang muslimah.

  1. Dea Lubis (EMA 2015)

 

Kemudian Dea Lubis (EMA 2015) yang mengenakan hijab baru-baru ini sebelum UAS semester genap. Ia mengatakan kalau awalnya ada ajakan dari teman untuk bersama-sama mengenakan hijab. Namun lama kelamaan ia sadar akan kewajibannya tersebut dan lebih pada inisiatif diri untuk merealisasikan niatnya tersebut.

  1. Mia Khairunnisa (EBI 2015)

 

Ada juga Mia (EBI 2015) yang meluruskan niatnya untuk berhijrah menjadi lebih baik dalam berhijab. Ia menyatakan bahwa menurutnya hijrah merupakan langkah seorang hamba yang ingin mendekatkan diri dengan pencipta-Nya. Dengan cara langkah demi langkah meninggalkan segala hal yang dilarang oleh Allah SWT dan sedikit demi sedikit mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya yaitu dapat dilakukan dengan mengerjakan amal sholeh. Hijrah bukan hanya dari fisik semata yang berupa merubah penampilan agar sesuai perintah Allah SWT, tetapi juga dari hati yang tahap demi tahap membangun pondasi keimanan supaya kokoh agar dapat istiqomah di jalan Allah SWT. Begitulah yang disampaikan oleh Mia. Selain itu, ia memutuskan untuk berhijrah karena rasa sayangnya pada Allah SWT, adanya rasa tidak pantas jika Allah SWT yang sudah memberi segala nikmat bagi hambanya tetapi kita balas dengan melakukan hal yang dilarangnya. Menurutnya menutup aurat bukan sembarang menutupinya dengan pakaian tetapi juga dikondisikan oleh pakaian yang benar-benar tidak memperlihatkan bentuk tubuh wanita sebenarnya. Oleh karena itu, keputusannya untuk berhijrah dengan menutup auratnya seperti sekarang, Mia merasa aman dari dunia luar yang menurutnya cukup keras. “Dengan memakai rok dan kerudung yang menutupi dada” katanya.

  1. Hulwana D. Arifah (EBI 2015)

 

Selanjutnya Hulwana D. Arifah (EBI 2015) memutuskan dirinya untuk berhijrah dalam memperbaiki diri dalam berpakaian. Menurutnya, keputusan untuk berhijrah ditentukan oleh dua hal, yaitu dari cara pandang sendiri atau peristiwa besar dari masa lalu yang menyebabkan kekecewaan dan penyesalan. Oleh karena itu, ada pesan yang disampaikannya yaitu ada baiknya jangan menunggu “peristiwa besar” itu datang ke hidupmu baru kamu berhijrah. Alangkah lebih baiknya kalau hijrah itu dari dirimu sendiri atas rasa taat pada Allah SWT, artinya jangan menunggu untuk terpuruk dulu kalau ingin menjadi lebih baik. Allah SWT sangat menyayangi kita, tetapi hidayah itu yang seharusnya kita jemput bukan hidayah yang mendatangi kita, tanpa ada “pengingat” yang lebih keras lagi alangkah baiknya sadarkan diri dari sekarang.

  1. Maskarena (EAK 2014)

 

Sebagai penutup akan disampaikan melalui pendapat oleh Maskarena (EAK 2014). Hijab merupakan hal yang paling mendasar untuk seorang muslimah karena perintah Allah SWT. Menurutnya, agama islam merupakan agama yang tepat itu berarti harus mengikuti perintah dan ajaran islam. Ia juga yakin bahwa apa yang Allah SWT perintahkan kepada hambanya termasuk berhijab, merupakan hal yang bermanfaat bagi kebaikan hambanya sendiri. Jika tidak mengikuti perintah-Nya, maka itu berarti seorang hamba ragu akan kebenaran islam sendiri. Sebelum memutuskan untuk mengenakan hijab, ia terus bertanya-tanya dalam benaknya mengapa seorang muslimah diharuskan berhijab. Tak jarang ia berfikir bahwa hijab hanya mengekang dan tidak membebaskan seorang muslimah. Namun setelah ia pelajari dan mencari tau hal tersebut tidak benar sama sekali. Alasannya sederhana, Al-Quran bukanlah suatu hal yang one step ahead melainkan sudah berlangkah-langkah lebih maju dari sekadar apa yang diharapkan manusia. Menurutnya, memakai hijab bagi perempuan muslimah diwajibkan untuk menjaga dari lawan jenisnya. Hal itu dikarenakan kita tidak tahu seberapa tinggi iman seseorang. Contohnya, jika ada kasus pemerkosaan yang disalahkan adalah pria karena tidak bisa menjaga hawa nafsunya, padahal mungkin saja pria tersebut melihat wanita yang tidak berhijab. Oleh karena itu, hijab sudah menjadi standar berpakaian seorang muslimah dengan tujuan mencegah hal tersebut atau hal lainnya karena sebagai muslimah tidak tahu apa yang ada di pikiran pria. Selain itu, dengan memakai hijab juga akan membuat diri merasa lebih be aware dalam apapun yang akan dilakukan. Oleh karena itu, hijab akan membawa langkah seorang muslimah menjadi lebih baik lagi, Insya Allah. Ia menyampaikan pesan yaitu untuk para muslimah yang belum berkeinginan untuk memakai hijab, hal tersebut memang bukan keputusan yang mudah tetapi kalau kalian yakin Islam adalah agama yang benar maka yakinilah dan jalankan perintah sepenuhnya. Kalian harus percaya bahwa apa yang Allah SWT perintahkan adalah untuk kebaikan kita sendiri, maka jangan takut untuk berhijab. Dengan berhijab, bukan berarti kita dituntut untuk bertindak seperti malaikat yang tidak akan berbuat kesalahan. Namun dengan berhijab, Insya Allah hal itu akan membuat kita menjadi lebih baik lagi. Aamiin.

 

Semoga kisah dan semangat mereka daoat menjadi semangat juga untuk kita ya! Karena “ dunia adalah perhiasan dan sebaikbaik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Hadits riwayat Muslim dari Abdullah ibnu Umar), dan semoga Allah SWT senantiasa memudahkan langkah kita untuk berhijrah dan menaati perintahnya ya sahabat!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *