Haruskah Mengikuti ‘Ulama?

Haruskah Mengikuti ‘Ulama?

maka bertanyalah kalian kepada orang yang memiliki pengetahuan jika kalian tidak mengetahui.” (QS.An-Nahl: 43)

Sebagai orang awam, sebagian besar dari kita tentunya memiliki pengetahuan yang minim tentang agama. Pengetahuan yang minim ini yang menyebabkan kita terbatas dalam menyikapi suatu isu atau menghukumi suatu permasalahan. Maka dari itu, sudah sepatutnya sebagai orang yang awam akan ilmu agama, kita menyerahkan perkara yang berkaitan dengan agama Islam kepada ahlinya, yaitu para ‘Ulama. Sikap seperti ini adalah adab terhadap ilmu, jika kita tidak memiliki pengetahuan akan suatu perkara, maka sebaiknya untuk tidak bersikap atau membahasnya apalagi menarik kesimpulan, akan tetapi seharusnya menyerahkan kepada ahli yang memiliki ilmu atasnya, karena ilmu berada diatas amal dan perkataan.

Lalu siapakah ‘Ulama itu? ‘Ulama adalah sekumpulan orang yang memiliki ilmu agama yang lebih tinggi derajat keilmuan, ketaqwaan serta kehormatannya dari orang biasa, bertugas untuk mengayomi dan membimbing umat dalam permasalahan yang berkaitan dengan agama Islam. Maka, salah satu tugas ‘Ulama adalah memberikan fatwa atas suatu perkara agama.

kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin yang memberikan petunjuk dengan perintah Kami selama mereka bersabar. Dan mereka adalah orang-orang yang yakin terhadap ayat-ayat kami” (QS. As-Sajdah: 24)

Apakah wajib mengikuti fatwa ‘Ulama?

Imam Asy Syatibi mengatakan: “Fatwa-fatwa seorang ulama/mujtahid itu bagi orang awam seperti dalil-dalil syar’i bagi mujtahid” Artinya adalah orang awam yang memiliki pengetahuan akan agama yang minim sebaiknya mengambil pendapat para ‘Ulama seperti halnya ‘Ulama mengambil hujjah dari Al Qur’an dan As Sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam. Namun, bukan berarti kita mengikuti ‘Ulama tanpa ilmu sama sekali. Sebagai seorang Muslim juga kita wajib mengetahui dasar yang dijadikan hujjah oleh para ‘Ulama untuk berfatwa. Lalu apakah wajib mengikuti fatwa yang dikeluarkan ‘Ulama? Berdasarkan perkataan imam Asy Syatibi, maka terdapat kewajiban untuk mengikuti fatwa ‘Ulama. Namun tidaklah ada suatu paksaan dalam mengikuti fatwa, begitupun dengan tidak ada paksaan dalam mengikuti agama Allah (QS. Al Baqarah:256). Terlebih lagi, menurut salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Yusnar Yusuf, fatwa dari MUI tidaklah wajib untuk diikuti oleh masyarakat Indonesia. Tidak ada paksaan di dalamnya apalagi suatu hukuman bagi yang tidak melaksanakan. Inilah salah satu kemuliaan para ‘Ulama, tidak memaksakan fatwa atas semua kaum muslimin. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa dengan keterbatasan ilmu yang dipahami, akan lebih aman jika kita mengikuti kesimpulan hukum dari fatwa ‘Ulama.

Apakah motif ‘Ulama dalam berfatwa?

Satu-satunya motif ‘Ulama dalam berfatwa adalah membimbing kaum muslimin ke jalan yang benar atas suatu perkara. ‘Ulama menentukan suatu fatwa dengan berdasar kepada Al Qur’an dan As Sunnah. ‘Ulama bagaikan pelita di tengah-tengah umat, ketika diminta fatwa, mereka mememutuskan suatu perkara dengan pemikiran yang jitu, menentukan hukum dengan pandangan yang tajam. Berkata Syaikh Al Ajurri rahimahullah: “mereka adalah lentera yang menerangi para hamba, cahaya yang menyinari sebuah negeri, pemimpin umat dan mata air hikmah. Mereka membuat setan marah dengan cara menghidupkan hati-hati para pencari kebenaran dan memadamkan hati-hati para pelaku penyimpangan. Permisalan mereka di dunia sebagaimana bintang-bintang yang ada di langit yang dengannya manusia manusia dibimbing dari gelapnya daratan dan lautan. Maka jika bintang-bintang hilang mereka akan bingung, namun jika kegelapan pergi mereka akan melihat.” ‘Ulama bukanlah pemikir dan pemutus perkara yang didasari oleh pandangan politik tertentu, apalagi ‘Ulama sebagai alat politik, bukan sama sekali. Yang diberikan oleh para ‘Ulama boleh saja dikritisi, namun penghargaan serta penghormatan terhadap mereka perlu dijunjung. Serta husnudzon terhadap kebaikan yang ada beriringan dengan fatwa mereka keluarkan pun adalah suatu keutamaan.

 

 

Sumber:

https://muslim.or.id/27281-kedudukan-ulama-di-tengah-umat.html

https://www.hidayatullah.com/artikel/tsaqafah/read/2016/04/04/92413/ilmu-agama-awam-ikutlah-fatwa-ulama.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *