Fiqh Zakat

Fiqh Zakat

oleh: Ari Pratama, Staff Departemen Study and Research of Islamic Economic and Business  FSI FEB UI 2016

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha melihat apa-apa yang kamu kerjakan” QS. Al Baqarah : 84

Islam mempunyai aturan yang jelas yang tertuang pada Al Qur’an dan menjadi petunjuk di semua aspek kehidupan manusia, salah satunya ialah perihal tentang zakat.Tahukah kamu bahwa kata zakat disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 32 kali yang mana 27 kali diantaranya dalam konteks yang bersamaan dengan shalat. Banyaknya kata zakat yang disebutkan bersamaan dengan kata shalat seperti pada ayat diatas menunjukan bahwa betapa pentingnya perintah membayar zakat.

Sebagai umat islam yang sudah pasti mempunyai kewajiban membayar zakat, sudah sepatutnya kita mengetahui aturan yang termuat dalam fiqh zakat.  Secara fiqh, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah untuk diserahkan kepada orang orang yang berhak. Mengutip dari buku ekonomi Islam 101 karya Chandra Natadipurba yang merujuk pada Buku Fiqh Az- Zakat Dr. Yusuf Qardhawy dijelaskan bahwa setidaknya terdapat 3 dasar syariah diwajibkannya zakat dalam Islam yaitu :

  1. “Pungutlah sedekah dari kekayaan mereka, kau bersihkan dan sucikan mereka dengan zakat itu”(QS.9:103)
  2. Sunnah : Rasulullah SAW menyuruh muadz mengambil zakat, “Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan sedekah (Zakat) yang dikenakan pada orang orang kaya”
  3. Ijma’ ulama, semua ulama sepakat bahwa zakat wajib, baik ulama fiqh empat madzhab dan madzhab diluar imam yang empat, ulama terdahulu maupun kini.

Zakat mempunyai banyak manfaat yang bisa kita dapatkan, tidak hanya dari segi keagamaan saja tetapi juga dari segi akhlak dan sosial. Manfaat zakat dari segi keagaamaan ialah dapat menghapuskan dosa, mendapatkan pahala serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.  Dari segi akhlak, zakat dapat menghilangkan sifat kikir, iri hati, dengki dan penyakit hati lainnya. Sedangkan dari segi sosial, zakat dapat mempererat tali persaudaraan dan ukhuwah islamiyah.

Untuk mengeluarkan zakat, tentunya ada beberapa syarat wajib yang harus kita penuhi diantaranya ialah merdeka (bukan budak), Beragama Islam, telah mencapai baligh, serta  memiliki harta yang mencapai nishab yakni ukuran batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i.

Lalu bagaimana hukumnya jika non muslim membayar zakat ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita bisa lihat QS. At Taubah : 54 yang berbunyi “Tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka infaqnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya”. Dari persyaratan wajib zakat dan penjelasan ayat tersebut sudah dipastikan zakat tidak wajib dan tidak sah bagi non muslim karena perlu diketahui bahwa ibadah zakat itu sendiri merupakan pembeda antara muslim dan non muslim.

 Kategori Zakat

Zakat terbagi menjadi 2 kategori yaitu yang pertama zakat mal yang bisa disebut zakat harta dan yang kedua yaitu zakat fitrah yang bisa disebut zakat nafs atau zakat jiwa. Zakat mal hanya diwajibkan kepada setiap orang Islam yang memiliki harta kekayaan cukup menurut nishab yang telah mencapai haul (batas perhitungan jangka waktu pemilikan harta yang wajib dizakati sesudah mencapai waktu satu tahun hijriah). Zakat mal terbagi lagi menjadi beberapa jenis yaitu zakat harta berupa emas & perak, zakat binatang ternak, zakat barang dagangan, zakat hasil pertanian dan hasil perkebunan, serta zakat harta barang temuan. Berikut penjelasan beberapa macam zakat mal yang merujuk pada Bab III Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah.

  1. Zakat Harta Emas & Perak

Zakat harta wajib pada emas apabila telah mencapai nishab (harta minimal) emas ssebesar 85 gram selama satu tahun. Sedangkan untuk perak ialah jika telah mencapai nishab sebesar 595 gram dengan besaran zakatnya baik emas maupun perak sebesar 2.5%

  1. Zakat Binatang Ternak

Syarat zakat ternak adalah apabila telah mencapai nishab dan haul serta digembalakan dan tidak dipekerjakan. Dari sekian ribu jenis hewan dan beberapa jenis hewan ternak di dunia ini, Islam hanya mewajibkan zakat pada unta, sapi dan sejenisnya (kerbau), serta kambing dan sejenisnya (biri-biri dan domba). Adapun ketentun nishabnya ialah sebagai berikut :

 

Zakat harta peternakan sapi dan sejenisnya

§  30-39 ekor, zakatnya 1 ekor anak sapi jantan atau betina umur 1 tahun

§  40-59 ekor, zakatnya 1 ekor anak sapi umur 2 tahun

§  60-69 ekor, zakatnya 2 ekor anak sapi jantan umur 2 tahun

§  70-79 ekor, zakatnya 1 ekor anak sapi betina umur 2 tahun dan 1 anak sapi jantan umur 1 tahun

§  80-89 ekor, zakatnya 2 ekor anak sapi betina umur 2 tahun

§  90-99 ekor, zakatnya 3 ekor anak sapi jantan umur 1 tahun

§  100-109 ekor, zakatnya 1 ekor anak sapi betina umur 1 tahun dan 2 ekor anak sapi jantan umur 2 tahun

§  110-119 ekor, zakatnya 3 ekor anak sapi betina umur 2 tahun atau 3 ekor anak sapi jantan umur 1 tahun

 

 

Zakat harta peternakan, kambing, domba dan sejenisnya :

§  40-120 ekor, zakatnya 1 ekor kambing

§  121-200 ekor, zakatnya 2 ekor kambing

§  201-399 ekor, zakatnya 3 ekor kambing

§  400-499 ekor, zakatnya 4 ekor kambing. Demikian setiap 100 ekor zakatnya 1 ekor kambing.

 

 

Selain ketentuan nishab diatas, terdapat juga kriteria fisik hewan yang perlu kita perhatikan seperi hewan haruslah mulus, usianya cukup serta berbadan tidak terlalu besar maupun tidak terlalu kecil.

  1. Zakat Barang Dagangan

Zakat perdagangan dikenakan pada barang barang yang bernilai ekonomis baik bergerak maupun tidak bergerak dengan maksud dan niat untuk diperdagangkan. Syaratnya yaitu mencapai nishab sebesar 85 gram emas dengan harta yang dizakatkan sebesar 2.5 %

  1. Zakat Pertanian

Merupakan zakat yang dikeluarkan dari hasil bumi seperti buah-buahan, biji-bijian, sayuran dan sebagainya. Besarnya zakat ini yaitu 10% jika perairan tanah itu diperoleh secara alami dan 5% jika pengairan tanah melalui usaha sendiri.

  1. Zakat Harta Barang Temuan

Zakat ini terjadi apabila seseorang menemukan barang seperti barang tambang yang tidak bertuan dan ditemukan nyaris tanpa usaha du muka bumi. Besaran zakat yang dikenakan yaitu sebesar 20% dari nilai barang temuan tersebut.

Sedangkan zakat fitrah yaitu zakat yang diwajibkan bagi setiap jiwa yang menjumpai bagian akhir bulan ramadhan dan bagian awal bulan syawal meskipun baru saja ia dilahirkan. Riwayat dari Abu hurairoh: “Zakat fithra diwajibkan atas setiap jiwa yang merdeka atau budak,laki-laki atau perempuan,anak kecil atau dewasa,miskin dan kaya.”HR Ahmad, Bukhori, dan Muslim.

Menurut Imam Syafii, zakat fitrah boleh dikeluarkan pada awal bulan ramadhan akan tetapi alangkah lebih afdhol jika kita mengeluarkan zakat fitrah pada saat malam hari raya idul fitri hingga menjelang pelaksanaan shalat ied. Besaran zakat fitrah yaitu satu sha’ (2.167 kg) dari makanan penduduk setempat.

 

Sasaran Zakat

Orang-orang yang berhak menerima zakat disebutkan dalam surat At-Taubah : 60 yang berbunyi : “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir,orang-orang miskin,para amil,para muallaf,untuk memeerdekakan budak,orang-orang yang berhutang,untuk jalan Alloh, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan,sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Alloh.Dan Alloh maha Mengetahui lagi maha Bijaksan”

Dalam ayat diatas tidak disebutkan status dari agama delapan ashnaf tersebut. Lalu timbul pertanyaan dari kita yakni bolehkah orang kafir menerima zakat?.  Menaggapi hal tersebut terdapat ikhtilaf diantara para ulama yang mana sebagian memperbolehkan orang kafir menerima zakat dan sebagian yang lain tidak membolehkannya.Sementara orang kafir yang mulhid (ateis),murtad dan memerangi Islam (muharib) para ulama sepakat tidak boleh mereka menerima zakat.

Zakat merupakan salah satu dari lima pilar Islam. Dengan mempelajari dan mengetahui fiqh zakat paling tidak akan menambah antusias dan semangat kita dalam mengeluarkan zakat dan dengan membayar zakat berarti kita telah menghidupkan dan mendirikan salah satu pilar agama islam.  Maka dari itu, yuk berzakat!

 

Sumber :

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *