Catatan Solidaritas dari Hijabers Community

Catatan Solidaritas dari Hijabers Community

oleh Mayang Athira Degesniari, Manajemen 2011
Founder Hijabers Community FEB UI

Assalamualaikum wr.wb.

Shout out to all brothers and sisters! May Allah bless our day and night. Segala puja dan puji hanya milik Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.

Berkembangnya jaman jangan membuat kita untuk lalai dalam mengembangkan diri, tentunya untuk menjadi seorang umat yang powerful dan impactful bagi society namun tetaplah hamba yang anggun di mata Allah SWT. Bismillah, semoga kita termasuk golongan yang demikian. Aamiin.

Dear ukhti dan akhi sekalian, izinkan saya untuk berbagi sedikit kisah dan motivasi saya mengenai saya dan hijab. Alhamdulillah, Allah sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk menyegerakan diri untuk berhijab sejak Idul Fitri tahun 2014. Memang belum lama, namun terselip rasa bangga di hati apabila berbicara tentang hijab. Hijab merupakan salah satu motivasi bagi saya untuk terus berbuat baik dan berbagi manfaat, walau sebenarnya diri ini masih belum sepenuhnya sempurna, tapi berbagi dengan orang lain akan memenuhi sisa ketidaksempurnaan tersebut. Pada awalnya, tingkat ketertarikan saya terhadap hijab baik busana maupun jilbabnya masih sangat minim. Namun lama kelamaan, saya jatuh cinta pada hijab yang saya kenakan. Hijab sendiri sudah berevolusi sangat pesat semenjak beberapa tahun terakhir. Hijab tidak lagi dipandang sebelah mata karena hijab kini sudah menghiasi hari-hari para wanita muslimah dan hijab sudah dapat diterima dengan baik di tengah masyarakat Indonesia. Sudah banyak wanita muslimah yang mulai untuk berhijab secara perlahan. Masih ada yang jilbabnya belum panjang, namun langkahnya untuk berhijrah tetap konkret dan langkah yang konkret harus tetap diapresiasi dengan baik.

Namun sayangnya, secara global, hijab belum dapat diterima secara luas. Alkisah secara singkat, 4 September 2015 ditetapkan sebagai hari solidaritas hijab sedunia dalam rangka memperingati perjuangan saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia dalam memperjuangkan hak-haknya untuk dapat mengenakan hijab sebagai identitas dalam jalan menuju ketaatan. Pada hari tersebut kita bukan merayakan hari jilbab sedunia, namun terselip makna solidaritas di dalamnya yang berarti adanya rasa senasib, setia kawan, dan persaudaraan. Di luar sana, masih banyak saudara-saudara kita para muslimah yang masih belum mendapatkan perlakuan sepenuhnya karena hijab yang digunakannya. Ada pun para muslimah di Indonesia sendiri sudah memiliki kebebasan untuk mengenakan pakaian takwa. Maka pada International Hijab Solidarity Day ini, merupakan salah satu moment yang baik untuk kita sama-sama merenung dan saling mengintrospeksi diri apakah kebebasan untuk berhijab yang kita miliki saat ini sudah kita isi dengan kewajiban sebagai seorang muslimah yaitu dengan menyegerakan diri untuk hijab dan saling berbagi dalam rangka menuju kebermanfaatan.

Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman dalam QS. At Taubah: 119, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).”

Allah secara spesifik memerintahkan kita agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik.

Dear ukhti dan akhi sekalian, saya ingin memperkenalkan kepada anda Hijabers Community FEB UI.

Lads, I’m always wondering how great it feels to be surrounded with good people and now I’m feeling it. Saya ingin menjadikan ini sebagai salah satu cara untuk lebih mengenal kalian, teman-teman berhijabku se-FEB UI. Mungkin kita tidak saling mengenal secara dekat satu sama lain, tapi saya ingin kita saling mengenal dan berbagi sebagai umat muslim. Berbagi banyak hal tentunya dalam kebaikan. Saya ingin menjadikan ini sebagai salah satu kanal untuk belajar, karena hijrah membutuhkan proses; dan saya juga masih butuh belajar. Seperti cerita sebelumnya, saya sendiri masih belum lama berhijab, dan saat ini pun jilbab yang saya kenakan masih jauh dari kata sempurna. Mungkin tidak hanya saya, tapi apalah kita dibanding ciptaan-Nya.

Saya ingin menjadikan ini suatu komunitas, peer-group, circle, suatu majelis. Berawal dari grup di social media, mari kita jadikan ini sebagai langkah konkret untuk belajar. Komunitas ini sifatnya independen, netral, dan sama sekali tidak bergantung dengan golongan sub-golongan tertentu. Komunitas ini juga terbuka bagi siapa aja (tentu syaratnya harus muslimah, berhijab maupun belum pun tidak jadi masalah). Saya juga berharap komunitas ini bisa terbebas dari diskriminasi spiritual maupun individual stereotyping; di sini tidak ada individu yang lebih sempurna dari individu yang lainnya diukur dari skala penggunaan jilbabnya. Intinya, di komunitas ini kita saling belajar dan terbuka di mana tujuan kita adalah satu, yaitu ingin memantaskan diri dan menjadi seorang wanita yang lebih baik. Saya ingin kita saling berbagi aura positif dan saya juga ingin menerimanya dari kalian. Positive vibe is in the air!

Komunitas ini ngapain aja? Ingin di bawa kemana kah komunitas ini?

Well, we are thinking about that either! Apabila sekarang stay di sini, selanjutnya we are evolving. Saya ingin menjadikan ini sebagai entity yang punya dampak terhadap society secara general. Hijabers are evolving to do something REAL. Mari jadikan masing-masing diri kita sebagai representatif muslimah yang baik di society dengan menjadi wanita yang powerful dan smart namun tetap berada di syariat Allah SWT.

Feel free to invite your friends to this new ground-breaking community ya girls. Feel free to give critics and input juga apabila ada tujuan yang tak se-jalan. Saling tolong-menolong dalam kebaikan dan saling berpesan pada kebenaran.

Akhir kata, semoga International Hijab Solidarity Day dapat memberikan makna bagi kita semua umat muslim dan saling memaknai untuk saling mempererat persaudaraan kita.

Wassalamualaikum wr.wb.

_____________________________________

(Info terkait Hijabers Community FEB UI hubungi 081381918821 – Mayang)

One thought on “Catatan Solidaritas dari Hijabers Community

  1. femmy roeslan

    Assalaamu’alaikum WW. Alhamdulillah… Syukur kepada ALLAH SWT semakin byk mhsi FEBUI yg berhijab. Saya ingin mengingatkan bhw hijab bukan berarti hanya utk menutup kepala/rambut tetapi berfungsi utk menutup aurat. Pada kesempatan ini sy ingin menghimbau kepd adik2 agar memakai busana muslimah sesuai SYARIAH. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *