Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadhan

Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadhan

 

Apa aja sih amalan yang bisa kita lakukan saat haid khususnya di bulan Ramadhan?

 

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim. Pada bulan ini, banyak sekali limpahan rahmat dan barokah yang dapat kita terima. Kebaikan dan ibadah yang kita lakukan diganjar pahala berkali-kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan bulan lain. Lalu bagaimana dengan wanita yang haid pada bulan Ramadhan? Apakah mereka tidak dapat mendapatkan pahala sebanyak orang-orang yang tidak haid? Tentu saja tidak. Kita para wanita,  tetap dapat memperoleh pahala dengan melakukan beberapa amalan berikut ini:

  1. Memberi dan Menyediakan Ifthar (hidangan berbuka)

“Barang siapa yang memberi Ifthar (hidangan untuk berbuka) orang-orang yang shaum (berpuasa), maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpn.” (H.R. Bukhari Muslim)

Berdasarkan hadits di atas, wanita haid masih dapat mendapatkan pahala yang sama seperti orang berpuasa dengan memberi dan menyediakan Ifthar. Misalnya, berbagi hidangan berbuka dengan tetangga, saudara, atau dengan orang-orang yang kurang beruntung,

  1. Melakukan Khidmat (membantu) Orang lain

“Setiap kebaikan adalah sedekah. Dan di antara bentuk kebaikan adalah kamu menjumpai saudaramu dengan wajah yang menyenangkan. Dan kamu menuangkan air dari embermu ke dalam bejana milik saudaramu.” (H.R. At-Tirmidzi)

Membantu orang lain dapat berupa membantu menyiapkan hidangan berbuka, membantu mencuci piring, dan turut membersihkan rumah.

  1. Bordoa dan berdzikir

Para fuqoha sepakat bahwa ada tiga hal yang dapat dilakukan walaupun tidak sedang dalam keadaan suci dari hadas kecil atau hadas besar, yaitu berdoa, berdzikir, dan berisitighfar. Untuk itu, kita dapat tetap berdoa dan berdzikir di bulan yang istimewa ini.

  1. Mendorong Orang Lain untuk Beramal Shaleh

Walaupun tidak dapat menjalankan ibadah seperti shalat tarawih di bulan puasa, kita dapat mendorong orang terdekat untuk beramal shaleh. Misalnya, kita dapat membangungkan anggota keluarga untuk sahur atau mendorong mereka untuk melakukan sholat dhuha atau sholat tarawih. Degan begitu, kita dapat turut memperoleh pahala dari ibadah yang mereka lakukan.

  1. Istighfar dan Shodaqoh

“Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakanlah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni neraka.” (H.R. Muslim)

Dari hadits di atas, kita dapat megetahui bahwa wanita dianjurkan secara khusus oleh Rasulullah untuk memperbanyak isighfar. Jadi, kita dapat mengisi waktu luang kita ketika haid dengan memperbanyak istighfar utamanya di bulan Ramadhan.

  1. Tholabul ‘Ilmi

“Keutamaan ahli ilmu atas ahli ibadah seperti keutamanku atas orang paling rendah dari kalian.” (HR. At-Tirmidzi no. 2685 dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Dari hadits di atas, kita dapat mengetahui bahwa menuntut ilmu memiliki keutamaan. Kita dapat menimba ilmu lebih banyak selagi haid, seperti datang ke kajian sore menjelang berbuka atau pagi hari.

  1. Menjauhi Larangan Agama

Seorang wanita yang tidak berpuasa karena haid merupakan suatu bentuk ketaatannya terhadap Allah. Jika kita tetap memaksa berpuasa ketika haid, maka kita telah menyalahi aturan Allah dan hal tersebut dapat menyebabkan dosa bagi kita. Untuk itu, kita tidak perlu risau terlalu dalam perihal haid di bulan Ramadhan karena memang kodrat seorang wanita begitu.

Dengan demikian, para ladies tidak perlu bersedih terlalu lama dan kehilangan momen berharga yang datang setahun sekal ini. Kita masih bisa memperoleh keutamaan bulan Ramadhan ini dengan banyak cara seperti yang telah di atas kok. Semoga puasanya lancar ya, Ladies.

 

 

 

sumber: www.suara-islam.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *